INDOZONE.ID - Pagelaran Sabang Merauke yang mengusung tema besar bertajuk ‘Hikayat Nusantara’ ini kembali digelar di Indonesia Arena Senayan pada 23-24 Agustus 2025.
Pagelaran Sabang Merauke The Indonesian Broadway tahun ini mengangkat cerita rakyat yang diambil dari berbagai daerah di Indonesia yang dikemas secara epic dengan musik, lagu, tarian, busana daerah dan etnik Indonesia, serta keunikan masing-masing daerah.
Yura Yunita, selaku penyanyi sekaligus seniman, dengan bangga membeberkan konsep dari acara Pagelaran Sabang Merauke yang akan mengambil cerita dari cerita rakyat, dan cerita tersebut akan dikemas agar lebih dekat dengan kalangan muda Indonesia.
Baca juga: Pagelaran Sabang Merauke 2025: Mirabeth Sonia Bagikan Keseruan dan Antusiasme
"Nanti itu kita akan menceritakan cerita rakyat, yang aku senangnya itu kita kemas dengan gen z people. Jadi ngerasa ceritanya itu lebih dekat dengan kita, dan ceritanya juga lebih masuk," ungkap Yura Yunita saat jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Senin.
Menurutnya, dengan pengemasan cerita rakyat ini, diharapkan agar masyarakat bisa lebih mengenal lebih dekat dengan budaya Indonesia.
Selain itu, para seniman yang terlibat dalam acara yang spektakuler ini juga masing-masingnya memiliki tanggung jawab yang besar demi mewujudkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia.
"Aku juga berharap, dengan kemasan cerita ini, kita semua sebagai anak muda Indonesia semakin cinta dengan akar budaya kita, dan aku rasa semua seniman yang terlibat di sini merasa punya tanggung jawab yang besar, karena aku merasa bahwa seni musik ini menjadi kekuatan yang sangat besar untuk bisa membangkitkan kecintaan kita terhadap budaya Indonesia," sambungnya.
Lebih lanjut, Yura juga menekankan bahwa Pagelaran Sabang Merauke ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik, melainkan ini bagian dari perjuangan dan budaya, agar bisa membangkitkan rasa cinta akan kebudayaan Indonesia.
"Aku rasa, pagelaran sabang merauke ini bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tapi menurut saya, PSM ini adalah bagian dari perjuangan, dan budaya, untuk terus kita bangkitkan kecintaan kita akan Indonesia," pungkasnya.
Sebagai informasi, Pagelaran Sabang Merauke yang mengusung tema "Hikayat Nusantara" ini akan melibatkan lebih dari 1.500 pelaku seni, termasuk 351 penari, penyanyi nasional seperti Yura Yunita, PADI Reborn, Mirabeth Sonia, diiringi lantunan harmoni yang indah dari musisi kelas dunia dari Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, serta The Resonanz Children's Choir, seniman musik tradisional, tim produksi, hingga tokoh budaya Indonesia.
Tak hanya itu, acara ini juga dilengkapi kostum karakter karya spektakuler dari Jember Fashion Carnaval dan Pesona Gondanglegi, serta berbagai kejutan atraktif lainnya seperti atraksi barongsai dari Kong Ha Hong, pertunjukan drumband, dan aksi energik dari tim cheerleaders.
Dari sisi musikal, Elwin Hendrijanto, komposer Indonesia yang juga dikenal melalui karyanya di industri perfilman Hollywood akan bertindak sebagai Music Director.
Melalui sajian cerita rakyat dan kekayaan seni budayanya seperti Hikayat Yuyu Kangkang & Maling Kundang, Hikayat Si Tumang, Mahadewi hingga Hikayat Calon Arang, penonton terutama generasi muda akan diingatkan kembali pada nilai-nilai luhur, sosial, dan budaya yang membentuk karakter bangsa yang kuat, dan beradab.
Baca juga: Pagelaran Sabang Merauke 2025: Menghadirkan Hikayat Nusantara dengan Konsep Modern
Kehadiran narator dan aktor ternama seperti Indra Bekti, Risang Janur Wendo, dan Zahara Christie memperkuat dimensi naratif dan emosional pertunjukan dengan menjadi jembatan pengisah yang memandu penonton menelusuri hikayat penuh makna.
Mereka berperan layaknya Punakawan dalam pewayangan Jawa, membawa pesan moral dalam setiap kisah dengan kehadiran tokoh-tokoh bijak seperti Semar, Petruk, dan Bagong. Dengan demikian, mereka membantu penonton memahami makna yang lebih dalam dari setiap babak pertunjukan.
Dari sisi koreografi, pagelaran kali ini menampilkan lebih dari 75 koreografi yang menggambarkan perpaduan antara warisan budaya, energi kontemporer, dan kreativitas lintas generasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung