Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 12:20 WIB

Elwin Hendriyanto Garap Lagu Daerah dengan Sentuhan Modern di PSM 2025

Author

Elwin Hardiyanto. (INDOZONE/Nadya Mayangsari) (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Jelang pementasan yang akan diselenggarakan di Indonesia Arena, Stadion GBK Jakarta pada 23-24 Agustus 2025, Pagelaran Sabang Merauke (PSM) melakukan latihan terakhir pada Rabu, 13 Agustus 2025 malam. 

Bertempat di Wana Graha Bhakti Yasa, latihan itu dikemas dalam Media Preview Final Rehearsal at Yogyakarta.

Elwin Hendriyanto, selaku music director Pagelaran Sabang Merauke, mengungkapkan bahwa setiap bagian dalam prosesnya memiliki tantangan tersendiri. 

Baca juga: Latihan Terakhir Pagelaran Sabang Merauke 2025, Suguhkan Hikayat Nusantara di Yogyakarta

Namun, yang paling menarik sekaligus menantang baginya adalah bagaimana musik dapat selaras dengan gerakan para penari, sekaligus membantu menyampaikan kisah dari hikayat nusantara. 

"Menurut saya, semua ada kesulitan sendiri, yang paling menarik adalah tantangan untuk bagaimana musik itu bisa mendukung para penari dan juga ikut menceritakan cerita dari hikayat nusantara ini," ungkap Elwin saat ditemui Indozone selepas menyaksikan Final Rehearsal di Yogyakarta, pada Rabu malam.

"Jadi yang paling sulit menurut saya adalah bagaimana kita membuat continue dari awal sampai akhir sebetulnya. Maka itu lagu dari awal sampai akhir sebetulnya ada sebuah tema melodi yang kami sisipkan pelan-pelan, dan sampai akhirnya di akhir itu yang semuanya humming bersama, nyanyi bersama itu yang lantunan satu bangsa itu," sambungnya.

Pada bagian akhir, Elwin juga mengatakan, seluruh elemen panggung bersatu dalam lantunan humming dan nyanyian bersama, menciptakan harmoni yang menggambarkan semangat satu bangsa.

Selain itu, Elwin menambahkan bahwa bagian yang memakan waktu pengerjaan paling lama adalah beberapa komposisi yang mengandung unsur dance music, salah satunya "Yu Yu Kang Kang". 

Sementara itu, untuk lagu "Padang Bulan", musiknya dibuat benar-benar modern dengan sentuhan electronic music yang bernuansa abstrak. 

"Yang paling lama digarap mungkin beberapa yang ada dance music elementnya ya. Seperti Yu Yu Kang Kang. Tapi juga dicampur dengan adanya sedikit elemen tradisional dan juga choir. Jadi disitulah menariknya."

Keunikan tercipta ketika unsur tersebut dipadukan dengan elemen tradisional serta paduan suara harmoni, menjadikannya sebuah karya yang memiliki perpaduan khas antara modernitas dan budaya.

Lagu-lagu Daerah yang Dikemas Elwin Berangkat dari Sebuah Cerita

Elwin membeberkan bahwa seluruh proses penciptaan musik berawal dari cerita yang disampaikan oleh sutradara, produser, dan eksekutif produser. 

Setelah menerima cerita tersebut, ia berdiskusi bersama tim untuk merumuskan ide-ide musik yang sesuai dengan karakter masing-masing tokoh. 

"Jadi semua itu datangnya dari cerita. Cerita dari sang sutradara bersama produser dan eksekutif produser. Waktu saya mendapatkan cerita itu kami berdiskusi, lalu dapatlah ide-ide bagaimana membuat musik-musik tertentu untuk karakter-karakter tertentu," jelas Elwin.

Misalnya, untuk kisah Malin Kundang yang memiliki latar hikayat khas, ia memberikan sentuhan musik bernuansa Melayu. Sementara itu, untuk karakter Mahadewi, bagian tengah pertunjukan dibuat dengan nuansa yang lebih magis dan fantasi. 

Salah satu contohnya adalah pengiringan lagu Mahadewi di awal pertunjukan dengan lantunan penuh gamelan. Bagi Elwin, pengalaman mendengar perpaduan unsur musik tersebut menjadi momen yang sangat berkesan.

Baca juga: Yura Yunita Bocorkan Soal Atraksi "Melayang" di Pagelaran Sabang Merauke 2025

"Makanya banyak kali ini kita mainkan lagu Mahadewi, misalnya di awal-awal itu diiringi full gamelan aja. Itu merupakan pengalaman yang menarik sekali untuk mendengarkan itu semua," pungkasnya.

Dengan seluruh elemen bersatu di latihan akhir Yogyakarta ini, dua belas bulan proses kreatif dan dedikasi tinggi dalam satu panggung, memastikan setiap detik pertunjukan siap membangkitkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. 

Dari sini, Pagelaran Sabang Merauke – The Indonesian Broadway “Hikayat Nusantara” akan bertolak menuju Jakarta, membawa kemegahan budaya dari Sabang sampai Merauke di Indonesia Arena, GBK, pada 23–24 Agustus 2025 nanti.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU