Rabu, 14 JANUARI 2026 • 16:00 WIB

Ekstrakurikuler Seni Jadi Kunci Asah Psikomotorik Siswa di SDN 3 Syamtalira Bayu

Author

Ekstrakurikuler Seni Siswa SD Negeri 3 Syamtalira Bayu. (Sumber: Press Release)

INDOZONE.ID - Siapa yang menyatakan bahwa proses pembelajaran terbatas hanya pada sumber daya di Sekolah Dasar Negeri 3 Syamtalira Bayu? Terdapat suatu inisiatif yang sedang diimplementasikan di lingkungan sekolah yang memiliki signifikansi setara dengan kegiatan instruksional formal di dalam kelas.

Inisiatif tersebut dikenal sebagai ekstrakurikuler. Dalam konteks modernisasi pendidikan yang semakin menekankan pada prestasi akademik, institusi pendidikan sering kali menyadari bahwa kecerdasan peserta didik tidak semata-mata diukur melalui kapasitas kognitif.

Di sekolah ini, program ekstrakurikuler dalam bidang seni berfungsi sebagai medium utama untuk mendorong harmoni antara aspek intelektual, emosional, dan motorik.

Melalui pengelolaan kegiatan seni yang sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan, sekolah dapat mengoptimalkan perkembangan psikomotorik siswa. Dengan demikian, proses pendidikan tidak lagi dipandang sebagai sekadar akuisisi pengetahuan, melainkan sebagai pengalaman yang mendalam dan formatif bagi pembentukan karakter siswa di lingkungan pendidikan.

Baca juga: 4444 Orang ASN Di Boyolali Pecahkan Rekor MURI Menari Gemati Secara Kolosal

Peserta yang terlibat dalam program ekstrakurikuler ini mencakup siswa dari kelas III hingga kelas VI sebagai upaya strategis untuk menumbuhkan minat dan potensi siswa di luar waktu instruksi reguler.

Melalui partisipasi ini, siswa diajarkan untuk mengembangkan disiplin waktu, rasa tanggung jawab, serta empati terhadap rekan sejawat.

Disiplin waktu, khususnya, membekali siswa dengan pemahaman tentang pentingnya mengalokasikan waktu secara efisien sehingga mereka dapat merencanakan aktivitas dengan baik dan mencapai hasil maksimal.

Selain itu, siswa didorong untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama yang pada gilirannya memupuk nilai-nilai empati, gotong royong, dan penghargaan timbal balik dalam komunitas sekolah.

Aktivitas seni yang dilaksanakan di sekolah ini tidak semata-mata berorientasi pada performa panggung atau produksi karya visual yang estetis.

Seni berperan sebagai instrumen krusial dalam pengembangan keterampilan psikomotorik siswa, yaitu kemampuan untuk mengoordinasikan gerakan tubuh dengan proses berpikir secara terarah.

Contohnya, dalam kegiatan menari, siswa belajar tentang keseimbangan, kelenturan, dan ritme gerakan.

Di balik dinamika kegiatan seni yang menarik dan berwarna-warni, terdapat pengelolaan ekstrakurikuler yang terorganisir, terencana, dan didasari oleh semangat kolaborasi.

Para pendidik di sekolah bekerja sama secara solid untuk menyusun jadwal latihan, menunjuk pembimbing yang kompeten, serta menyediakan peralatan pendukung untuk setiap sesi.

Ekstrakurikuler Siswa SD Negeri 3 Syamtalira Bayu. (Sumber: Press Release)

Pendidik juga memberikan kesempatan bagi siswa untuk tampil dalam pertunjukan drum band pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025. Ini merupakan debut pertama Sekolah Dasar Negeri 3 Syamtalira Bayu dalam mempersembahkan drum band yang disertai karnaval, sekaligus penampilan perdana di wilayah Syamtalira Bayu.

Hasil dari dedikasi siswa selama latihan drum band ini meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam performa pada 17 Agustus 2025. Siswa pun menjadi lebih antusias dalam berlatih karena merasa bangga menampilkan talenta hasil usaha mereka di hadapan pendidik, rekan, dan orang tua.

Dalam bidang seni tari, siswa dilatih untuk menggerakkan tubuh secara harmonis seiring irama musik, dengan koordinasi gerakan tangan, kaki, dan kepala yang melatih keseimbangan serta kelincahan fisik.

Lebih lanjut, kegiatan ini juga membangun rasa percaya diri karena setiap penampilan memerlukan keberanian untuk tampil di depan audiens.

Melalui tarian tradisional seperti Ranup Lampuan, siswa tidak hanya berlatih gerakan, tetapi juga mempelajari nilai-nilai budaya Aceh yang mulia.

Seni tari merupakan manifestasi paling konkret dalam pengembangan kemampuan psikomotorik siswa.

Melalui latihan tari, siswa belajar mengikuti musik sambil menjaga keseimbangan dan kelenturan tubuh. Selain itu, seni mengajarkan disiplin, kekompakan, dan kepercayaan diri.

Setiap gerakan memiliki makna dan estetika tersendiri yang memungkinkan siswa mengekspresikan emosi dan nilai budaya secara halus.

Baca juga: Kemenbud dan Azerbaijan Bahas Penguatan Kerja Sama Sastra dan Warisan Budaya

Kegiatan seni, seperti seni tari, musik, dan seni rupa, memiliki kontribusi dalam meningkatkan kemampuan koordinasi motorik, ketepatan gerak, kelenturan, serta keseimbangan siswa.

Selain itu, keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan seni berpengaruh terhadap pembentukan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepercayaan diri.

Dengan demikian, ekstrakurikuler bidang seni tidak hanya berperan sebagai wadah pengembangan minat dan bakat, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang mendukung pengembangan aspek psikomotorik secara terpadu.

Berdasarkan uraian tersebut, manajemen ekstrakurikuler bidang seni yang dilaksanakan secara terencana dan berkelanjutan di SD Negeri 3 Syamtalira Bayu memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa.

Oleh karena itu, pengelolaan ekstrakurikuler seni perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak sekolah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU