INDOZONE.ID - Identitas di balik anonimitas seniman jalanan beraliran kontemporer Banksy terkuak.
Sebuah investigasi panjang yang Reuters lakukan sejak 2022 membuahkan hasil.
Dalam laporan yang dirilis Jumat (13/3/2026), Reuters mengidentifikasi Banksy sebagai Robin Gunningham.
Pria asal Bristol kelahiran 1973 ini belakangan mengganti namanya menjadi David Jones.
Kiprah berkesenian Banksy mulai dikenal publik sejak 1990-an. Sejak itu ia menjelma perpaduan mitos dan seni.
Baca juga: Manga One Piece Capai 600 Juta Penjualan, Siap Geser Superman dari Puncak Komik Terlaris
Misteri identitasnya menjadi perhatian publik, dibalut pesan sosial-politik yang provokatif dan teatrikal dari karyanya. Banksy memang punya karya-karya yang nyeleneh.
Adapun titik terang penelusuran identitas Banksy didapat Reuters justru di Ukraina.
Di sana, pada 2022, Banksy membuat tujuh mural untuk mendukung perjuangan Ukraina dari invasi Rusia.
Reuters mengumpulkan kesaksian dari warga lokal yang berinteraksi dengan Banksy.
Seorang perempuan bernama Tetiana Reznychenko mengaku pernah membuatkan kopi untuk dua orang seniman jalanan bermasker.
Baca juga: Pertunjukan MTN Wave Jadi Ruang Apresiasi Talenta Seni Budaya Tanah Air
Ia sempat melihat wajah mereka saat membuka masker.
Ketika ditunjukan sejumlah foto, ia menunjukkan gambar Gunningham yang diduga kuat merupakan Banksy.
Masalahnya, Reuters tidak menemukan bukti bahwa Gunningham pernah melintas perbatasan Ukraina.
Namun perhatian mereka tertuju pada nama David Jones. David Jones yang tercatat punya tanggal lahir sama dengan Gunningham tercatat dalam dokumen imigrasi.
Baca juga: Kelompok Seniman Studio Mugidance Tour ke IRF Lombok Timur, Lahirkan Dua Karya Baru
Bukti telaknya kemudian ditemukan dari sebuah pengakuan tertulis dalam catatan Pengadilan New York.
Dokumen itu membuktikan bahwa Gunningham dan David Jones merupakan orang yang sama.
Reuters mengonfirmasi temuan itu ke Mark Stephens, pengacara Banksy.
Ia menyatakan Banksy tidak menerima detail hasil investigasi.
Stephens bilang, mengungkap identias artis merupakan pelanggaran privasi, mengganggu proses kreatifnya, hingga berpotensi membahayakannya.
Baca juga: Mira Sumanti Perkenalkan Buku 'Swipe Therapy': Dari Patah Hati hingga Eksperimen di Dating Apps
Sementara itu, mengelola karya Banksy menyatakanbahwa seniman itu tidak ingin memberika komentar apa pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters