Alur cerita I DOL I, drakor hukum musik terbaru 2025 (My Drama List)
INDOZONE.ID - Dunia idol identik soal panggung, cinta, dan popularitas. Namun, I DOL I hadir dengan konsep yang beda. Drakor hukum terbaru ini menilik industri musik yang gemerlap tapi penuh luka.
Ceritanya penuh misteri, emosional, dan bikin mikir. Lewat kasus hukum yang menjerat seorang penyanyi papan atas, I DOL I perlahan membuka sisi gelap dunia hiburan yang jarang diketahui.
Mulai dari tekanan mental, fans obsesif, sampai agensi yang lebih peduli citra, semuanya dikulik dengan realistis. Yuk, kita simak sinopsis dan alur cerita I DOL I, drakor hukum musik terbaru ini!
Alur cerita I DOL I (My Drama List)
I DOL I disutradarai oleh Lee Gwang Young dan ditulis Kim Da Rin. Drakor hukum terbaru ini mengisahkan pengacara super perfeksionis, Maeng Se Na.
Ia kelihatan dingin dan nggak peduli sama orang lain. Di kantor, ia serius banget, fokus, dan nggak banyak basa-basi.
Namun, siapa sangka, begitu pulang kerja, Maeng Se Na berubah jadi fangirl garis keras Do Ra Ik, vokalis Gold Boys.
Siang sidang di pengadilan, malam streaming konser, muter lagu, beli merchandise, sampai debat panas di internet buat ngebela idol favoritnya.
Baca juga: 6 Fakta Menarik I DOL I, Drakor Hukum yang Masuk ke Dunia Idol K-Pop
Alur cerita I DOL I (My Drama List)
Sementara itu, hidup Do Ra Ik ternyata jauh dari kata enak. Ada harga yang harus dibayar dari sebuah ketenaran. Ia diteror fans fanatik, ditekan agensi, dan makin cemas jelang debut solo.
Nomor pribadinya bocor, panic attack di fan meeting, dan perlahan Ra Ik sadar hidupnya udah bukan miliknya sendiri.
Masalah makin parah saat dua sasaeng nyelonong masuk ke apartemennya. Do Ra Ik adu mulut dengan si fans fanatik dalam kondisi mabuk direkam diam-diam dan bocor ke publik.
Skandal langsung meledak, chart jeblok, reputasi hancur. Seperti biasa, agensi malah menyalahkan idolnya, bukan melindungi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan