INDOZONE.ID - Di tengah banyaknya review positif maupun negatif terhadap album terbaru BTS 'Arirang', muncul kisah di belakang layar tentang proses produksi album terbsebut. Khususnya penggunaan lirik bahasa Inggris di album tersebut yang sebenarnya ditentang para member BTS.
Mengutip Sportskeeda, pada 24 Maret lalu Dispatch melaporkan sempat adanya ketegangan antara member dan para petinggi HYBE, khususnya Big Hit Music sebelum album dirilis. Para member berdebat untuk mempertahankan lebih banyak lirik berbahasa Korea.
Namun, sebagai orang dari perusahaan menginginkan lagu yang didominasi bahasa Inggris untuk menargetkan pendengar global.
Film dokumenter Netflix 'BTS: THE RETURN', RM dan Suga, menekankan pentingnya keaslian. Jimin terlihat mengakui tantangan praktis dalam bernyanyi sepenuhnya dalam bahasa Inggris, dengan mengatakan pronouncition yang buruk akan terdengar buruk.
Baca juga: ARMY Soroti Absennya Jin di Kredit Album ARIRANG BTS, RM Ungkap Alasannya
Selain itu, para member juga bersikeras memasukkan lebih banyak lirik berbahasa Korea, terutama di bagian rap, dan mengatakan kepada staf, “Kita perlu memasukkan lebih banyak lirik berbahasa Korea, meskipun anya di bagian rap."
Dalam artikel mathrubhumi.com, Wakil Presiden BigHit Music, Nicole Kim dituding sebagai orang yang memberi tekanan kepada para member dan mengabaikan usulan menggunakan bahasa Korea. Ia beranggapan bahwa album tersebut membutuhkan pendekatan global agar sukses secara internasional.
Dalam artikel yang sama, Kim dikutip mengkritik lagu-lagu BTS sebelumnya, 'ON' dan 'Black Swan', sebagai kurang "mudah dipahami," karena menggunakan bahasa Korea.
Pernyataan Nicole Kim tersebut mebuat para ARMY marah di media sosial. Banyak yang mengatakan para petinggi perusahaan yang membuat keputusan yang tak mendengarkan pendapat para member.
Baca juga: Konser Gratis BTS di Gwanghwamun Square Dongkrak Turis Asing ke Korsel hingga 30 Persen
Terlepas dari antisipasi yang tinggi terhadap album pertama BTS sejak 'Proof' tahun 2022, 'Arirang' menuai beragam ulasan saat dirilis. Beberapa pendengar memuji arah baru grup tersebut, sementara yang lain mengkritik apa yang mereka anggap sebagai penulisan yang kurang beresonansi secara emosional dan penggunaan lirik bahasa Inggris yang berlebihan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda, Mathrubhumi.com