INDOZONE.ID - Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Brigadir Yoshua atau Brigadir J, salah satu polisi yang menjadi bawahannya. Ia pun yang membuat skenario seolah ada adegan tembak menembak di kediamannya.
Kisah seorang oknum polisi berpangkat tinggi yang melakukan penembakan dan memanipulasi TKP seperti yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo banyak digambarkan dalam film kriminal polisi versus polisi di Hollywood. Salah satunya film 'L.A. Confidential'.
'L.A. Confidential' sendiri adalah film yang bercerita tentang intrik dan skandal yang terjadi institusi kepolisan Los Angles (LAPD) pada 1953 silam. Film yang diangkat dari novel karya James Elroy tersebut berkisah tentang para polisi yang membongkar kejahatan salah satu polisi berpangkat tinggi di tubuh LAPD.
Sersan LAPD Edmund Exley (Gup Pearce), Wendell "Bud" White (Russel Crowe), dan Sersan Jack Vincennes (Kevin Spacey) merupakan tiga polisi yang mencium kasus yang dimanipulasi oleh atasannya Kapten Dudley Smith (James Cromwell).
Meski filmnya bertitik berat pada karakterisasi ketiga polisi protagonis, namun karakter antagonis Kapten Dudley Smith inilah yang menjadi antagonis yang memegang kuasa dalam cerita tersebut.
Nah, apa yang dilakukan Kapten Smith dalam film tersebut sedikit mirip dengan yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo. Salah satunya adalah ketika Kapten Smith menembak dan membunuh Sersan Vincennes, salah satu polisi bawahannya.
Exley menyelidiki perampokan dan beberapa pembunuhan di kedai kopi Nite Owl. Salah satu mantan rekan polisi di masa lalu bernama Stensland menjadi korbannya.
Setelahnya, Exley dan Vincennes menangkap tiga penjahat Afrika-Amerika yang dijadikan kambing hitam atas kejahatan tersebut. Namun, ketiga polisi ini masih curiga lantaran kasusnya begitu mudah dan ada unsur manipulasi TKP.
Melalui sebuah kasus selebriti, Sersan Vincennes menemukan bukti-butik bahwa dua polisi Meeks dan Stensland pernah bekerja sama di bawah komando Smith satu dekade sebelumnya dalam kasus pelacuran.
Disodorkan dengan bukti tersebut, Smith menembak Vincennes, yang meninggal setelah menggumamkan "Rollo Tomasi".
Baca Juga: Terkait Utang Rp 9 Miliar, Visinema Pictures Layangkan Somasi pada Iflix
Exley dan White pun melakukan penyelidikan, sementara Smith berusaha membuat keduanya saling berkelahi karena masalah perempuan. Namun mereka menyadari bahwa Smith terlibat dengan pembunuhan Nite Owl yang menewaskan polisi bawahannya Stensland, termasuk membunuh Vincennes.
Mereka menyimpulkan bahwa polisi Stensland membunuh rekan polisi Meeks atas heroin yang dicuri, dan pembunuhan Nite Owl memungkinkan Smith untuk membunuh Stensland. Selain itu, anak buah Smith menjebak tiga orang Afrika-Amerika atas pembunuhan Nite Owl dengan bukti yang tertanam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: