Dretan fakta isu sosial di Glass Onion: A Knives Out Mystery di Netflix. (IMDB).
Sutradara Rian Johnson kembali memperkenalkan sekuelnya berjudul Glass Onion: A Knives Out Mystery yang dirilis Jumat (23/12/2022) di Netflix. film ini dibintangi Daniel Craig, Edward Norton, Dave Bautista, dan beberapa nama lain di dalamnya.
Seperti halnya Knives Out, film Glass Onion tak hanya menyajikan kisah misteri detektif dan misteri pembunuhan semata, namun beberapa sindiran sosial di dalamnya.
Nah ada beberapa sindiran sosial yang diperlihatkan dalam Glass Onion yang diwakili dari para karakter dan tindakan mereka. Berikut faktanya.
Salah satu yang sindiran yang diperlihatkan di Glass Onion tentang persehabatan antaran para karakter yang diundang di pulau pribadi milik Miles Brown.
Seperti yang diketahui Miles Brown adalah seorang milyuner yang memiliki banyak uang. Dengan kekayaannya itu, ia membuat beberapa sahabatnya bergantung kepadanya, meski sebenarnya tak ada yang setuju dengan gaya berpikir Miles.
Istilah menghisap dari puting emas milik Miles Bron terlontar dan mengisyaratkan bahwa pertemanan para anggota atau geng penganggu ini sangat semu dan tak tulus. Miles hanya ditemani lantaran mereka butuh dengan uang dan kekuasaan yang dimiliknya. Ketika ia tak punya uang, maka mereka akan rela meninggalkannya.
Baca Juga: Review Glass Onion: A Knives Out Mystery, Cerdas Namun Kurang Sat Set Sat Set!
Salah satu fakta di Glass Onion: Miles Bron terlihat sebagai seorang bilyoner yang jenius, memiliki ide kotak undangan penuh teka-teki, membuat permainan misteri, punya ide brilian tentang klear, serta membangun jembatan berteknologi, dna sebagainya. Ternyata tanggapan bila sosoknya adalah jenius adalah salah besar.
Albert Einstein, pernah membuat pernyataan 'perbedaan antara kebodohan dan kejeniusan adalah kejeniusan memiliki batas, sementara kebodohan tidak terbatas.’ Nah, hal itulah gambaran dari Miles Bron.
Ide-idenya sebenarnya seperti sebuah kebodohan karena tak dipikiri lebih jauh dan didalami dengan penelitian yang mendalam. Selain itu ia juga lebih banyak mengambil ide orang lain.
Miles Bron adalah gambar beberapa sosok di dunia nyata yang terlihat jenius dan diamini banyak pihak, padahal aslinya kalau ditelaah bodoh.
Salah satu teori narsisme paling populer dari Sigmund Freud menerangkan narsisme sebagai perasaan cinta pada diri sendiri yang disertai kecenderungan untuk mementingkan diri sendiri, kagum pada diri sendiri hingga sangat memperhatikan kecakapan atau kecantikannya.
Gambaran ini terlihat dari sosok Miles Bron yang lagi-lagi digambarkan seorang narsis dan self-centered. Seolah dirinya memiliki ide untuk kebutuhan banyak orang, namun sesungguhnya hal itu dilakukan agar namanya setara dengan orang jenius atau setara dengan Lukisan Mona Lisa.
Gambaran sosok Miles ini bisa ditemui di beberapa publik figur atau politisi yang sebenarnya dilakukan untuk dirinya sendiri. Dalam artian politik identitas yang mengatasnamakan self-branding
Fakta Glass Onion berikutnya terkait sindirian sosial adalah relasi kuasa yang bermula perebutan kekuasaan Alpha Center. Miles mencuri ide dar Cassandra Brand dan membuatnya akhirnya berkuasa memimpinm Alpha Center. Ia jugalah yang mendanai para teman-temannya sehingga tunduk di bawah kekuasaannya.
Bahkan ketika di persidangan, para teman-teman asli dari Cassandra Brand lebih membela Milles Bron lantaran uang dan janji-janjinya. Hal ini membuktikkan kekuasaan bisa membeli pertemanan dan menguasai sidang.
Baca Juga: Benoit Blanc Dikonfirmasi sebagai Sosok LGBTQ di 'Glass Onion' dari Adegan Ini
Nah, untuk mengalahkan kekuasaan Bron adalah dengan menghancurkan sumber ketamakan dan betapa powerfulnya Miles Bron. Salah satunya lukisan The Mona Lisa yang menunjukkan betapa narsis dan arogannya dirinya.
Begitu lukisan dan aset negara itu dibakar, kekuasaannya runtuh, para pengikutnya pun akhirnya berhenti berpihak kepada Miles Bron.
Film Glass Onion: A Knives Out Mystery sudah tayang di Netflix.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: