Adegan di film 'Mother' yang tayang di Netflix. (IMDB).
Film Netflix terbaru Jennifer Lopez berjudul The Mother menampilkan kisah seorang ibu sekaligus pembunuh yang dipenuhi adegan aksi.
Sekilas, penampilan J.Lo di sini mengingatkan film lawasnya di tahun 2002 berjudul Enough yang mengisahkan balas dendam seorang istri sekaligus ibu satu anak dari suaminya yang kasar. Tapi perbedaan perannya kali ini, ia punya sisi yang lebih dingin dan terlatih menjadi seorang pembunuh.
Meski sama-sama punya misi untuk melindungi sang buah hati, film kali ini lebih dibumbui dengan adegan aksi panjang dan berani, bahkan nggak segan menembakkan senjata tepat di kepala musuhnya.
Jennifer Lopez atau “The Mother” adalah seorang agen penembak jitu militer AS yang tidak mempunyai nama. Ia sedang menengahi kesepakatan penyelundupan senjata yang dilakukan mantan marinir SAS Adrian Lovell (Joseph Fiennes) dengan seorang pedagang senjata Hector Álvarez (Gael Garcia Bernal). Di satu sisi, ia juga terlibat hubungan romantis dengan kedua pria tersebut hingga akhirnya hamil.
Tapi setelah mengetahui bahwa kedua penjahat tadi terlibat dalam perdagangan anak, ia kemudian melaporkannya pada FBI dan menjadi informan.
Baca Juga: Dirilis, Trailer Extraction 2 Perlihatkan Aksi Menegangkan Chris Hemsworth
Prolog film menampilkan the mother yang sedang diinterogasi oleh anggota FBI, Cruise (Omari Hardwick) di salah satu rumah persembunyian mereka di pinggiran kota. Namun tiba-tiba peluru menghujani rumah tersebut secara brutal dan hampir membunuh semua anggota FBI.
Ia berhasil menyelamatkan agen Cruise sebelum akhirnya berhadapan dengan mantan kekasihnya, Adrian Lovell yang berusaha membunuhnya dengan menikam bagian perutnya yang sedang hamil, sebelum akhirnya peledak yang dipasang the mother membakar tubuh Adrian.
Meski berhasil selamat dan melahirkan bayi perempuan yang cantik, namun pihak FBI tidak bersedia menyerahkan bayinya dengan alasan keselamatan. The Mother masih menjadi target incaran Adrian dan Hector, sementara meninggalkan hak asuh padanya adalah resiko yang sangat besar. Satu-satunya cara adalah dengan memberikan identitas dan keluarga baru untuk putrinya.
Ia menyetujui dengan perasaan yang bercampur aduk sambil mengajukan permintaan pada agen Cruise yang selamat pada malam penyergapaan. Ia ingin putrinya memiliki kehidupan yang normal dan stabil serta mengirimkan foto setiap tahun pada hari ulang tahunnya. Dan setelah melihat putrinya untuk terakhir kali, ia memutuskan untuk pindah ke hutan terpencil di Alaska.
Selang belasan tahun kemudian, ketika sebuah surat tiba tapi bukan berisikan foto ulang tahun, ia pun menyadari ada yang sesuatu yang salah.
Benar saja, ketika ia bertemu dengan Cruise, agen tersebut mengatakan bahwa anak buah Hector memiliki foto Zoe (Lucy Paez), putrinya. Reuni ini bukanlah hal yang diinginkannya, mengingat saat ini Zoe mempunyai kehidupan yang bahagia dengan orangtua angkatnya.
Ketika anak buah Hector turun ke sebuah taman, tempat dimana putri dan ibu angkatnya sedang bermain, the mother berhasil menembaki beberapa penculik tersebut tapi sayangnya Zoe tetap diculik dan dibawa ke Kuba.
Aksi kejar-kejaran pun dimulai yang membawa Cruise dan the mother pada petualangan baru yang sedikit mengingatkannya pada kenangan buruk di masa lalu. Serangkaian masalah baru pun muncul ketika ia dan putrinya belum siap untuk menerima kenyataan dan trauma dipisahkan sejak bayi. Namun, ia harus menghadapi semua konsekuensi masa lalunya demi melindungi putri satu-satunya.
Mari sama-sama menyetujui kalau magnet terbesar The Mother ada pada sosok Jennifer Lopez. Terlepas dari jalan ceritanya yang bisa ditebak, energi dan karisma J.Lo menghidupkan film ini.
Secara garis besar, jalan cerita The Mother cenderung membosankan untuk film aksi. Konflik permasalahannya pun kurang ‘wow’ untuk menyambungkan dengan aksi penuh tembak-tembakan sadis. Kalau saja Hector tidak mati secepat itu dan dua karakter villain bersatu, mungkin akan lebih menarik.
Sementara itu, romansa yang terjalin antara J.Lo dan kedua tokoh antagonis, Adrian dan Hector, diceritakan agak buru-buru dan kurang detail sehingga tidak meninggalkan kesan masa lalu yang cukup berdampak untuk menciptakan konflik baru. Dan meninggalkan pertanyaan sampai akhir siapa ayah sebenarnya dari Zoe.
Meski para aktor berhasil dengan cukup baik memerankan karakter masing-masing, tapi nggak cukup men-trigger penggemar genre action untuk menonton film ini.
Kita sering melihat di beberapa film aksi, dimana karakter utama membabat habis semua perkelahian sengit dengan mudahnya. Sebut saja film Taken yang dibintangi Liam Neeson. Tapi, konflik dan jalan ceritanya masih masuk akal ketika seorang ayah berusaha mengejar mati-matian penculik putrinya yang belakangan diketahui sebagai sindikat perdangagan manusia.
Di film ini, sutradara Niki Caro yang juga menggarap film Mulan, sepertinya memang paham betul adegan aksi yang bisa dibawakan oleh J.Lo, tapi sayangnya justru banyak adegan perkelahian yang tampak antiklimaks. Dan tidak ketinggalan perannya yang hampir selalu menggunakan senjata laras panjang untuk menggambarkan kalau ia adalah benar-benar seorang sniper, kadang terasa agak berlebihan.
Baca Juga: Ben Affleck dan Jennifer Lopez Tandatangani Perjanjian yang Selingkuh Denda Rp75 Miliar
Bahkan untuk adegan yang seharusnya menjadi poin penting yang mengejutkan, justru bisa ditebak dan tampak membosankan. Belum lagi, konflik akhir yang sepertinya ragu antara disudahi tapi masih ingin menyisipkan perkelahian yang keren dari seorang ibu.
Walaupun penonton selalu menunggu karakter utama wanita memerankan film action, tapi sayangnya The Mother gagal memberikan pengalaman tersebut. Mungkin jika formulasi cerita dan pengembangan karakternya berbeda, akan lebih mendorong penonton untuk menikmati film ini.
Artikel Menarik Lainnya:
Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: