INDOZONE.ID - Film Inside Out 2 merupakan sekuel dari film pendahulunya yang berjudul sama yaitu Inside Out. Film ini menceritakan seorang remaja perempuan bernama Riley yang memiliki berbagai gejolak emosi yang ada di dalam dirinya.
Inside Out ditayangkan pertama kali pada tahun 2015 dan mendapat banyak review positif dari para penonton. Di tanggal 14 Juni 2024 Inside Out 2 resmi ditayangkan dan banyak membuat penggemar antusias.
Riley Andersen pada Inside Out 2 merupakan gadis yang sudah mulai beranjak remaja berumur 13 tahun dan sudah memasuki masa pubertasnya.
Baca Juga: Film 'Inside Out 2' Dapat Pujian, Film Animasi yang Bisa Dinikmati Semua Kalangan Usia
Di fase itu, Riley memiliki beberapa emosi baru seperti Anxiety (cemas), Ennui (ketidakpuasan), Embarrassment (malu), serta Envy (cemburu), yang membuat Joy (kebahagiaan), Anger (marah), Disgust (jijik), Sadness (kesedihan) serta Fear (ketakutan) terkejut akibat emosi baru yang datang dalam diri Riley.
Dari film Inside Out 2 tentunya banyak hal baru yang bisa dipelajari berdasarkan kisah Riley beserta 9 emosi yang ada. Yuk, Simak 5 hal yang bisa dipelajari dari film Inside Out 2!
Jangan merasa takut ketika kita merasakan emosi yang mungkin belum pernah kita rasakan sebelumnya, terlebih lagi jika emosi tersebut membuat kita kesulitan, karena ketika kita merasakan semua emosinya kita bisa mengontrol emosi kita lebih baik.
”Semua emosi yang ada pada diri Riley (manusia) merupakan emosi yang bisa membantu Riley” – Joy, Inside Out
Mungkin perubahan tampak menakutkan di awal, namun itu adalah bagian dari hidup. Pada film Inside Out 2 dengan bertambahnya usia Riley, ia mengalami pubertas dan merasakan emosi yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Hal itu tentu menambah pengalaman baru pada Riley dan membuat Riley merasakan perubahan pada dirinya, semua manusia mengalami pertambahan usia dan tidak masalah jika manusia berubah beriring jalannya waktu. Terus bertumbuh dan menjadi seseorang yang benar-benar kamu inginkan dimasa depan!
Tentunya, Anxiety yang dialami oleh Riley juga pernah dialami oleh orang lain, seringkali manusia cemas atas masa depan yang akan terjadi, namun jangan menjadikan cemas menjadi hal yang mengontrol kehidupan kita.
Words Matter, Perkataan yang kita katakan kedalam diri kita, menentukan kita siapa dan menjadi apa nantinya. Perkataan yang berulang kali kita katakana pada diri kita bisa menjadi kekuatan untuk kita menjalani kehidupan kita, penting untuk mengafirmasi positif diri sendiri.
“I’m a good person”
“I’m nod good enough”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan