INDOZONE.ID - Pernah kebayang nggak sih, kalau cuma lewat layar ponsel, hidup seseorang bisa berubah jadi mimpi buruk? Nah, hal inilah yang coba dibongkar lewat Unknown Number: High School Catfish.
Film dokumenter Netflix ini mengulik kisah nyata seorang remaja yang jadi korban penipuan kejam, bikin penonton jadi mikir dua kali soal bahaya dunia maya.
Film ini nggak cuma sekadar tontonan, tapi juga jadi pengingat soal pentingnya kepercayaan di keluarga. Yuk, kita bahas review Unknown Number: High School Catfish berikut ini!
Sinopsis Singkat
Film dokumenter Netflix ini berdurasi 94 menit. Kisahnya mengangkat kasus nyata di Beal City, Michigan tentang Lauryn Licari, siswi SMA, dan pacarnya, Owen McKenny.
Mereka tiba-tiba jadi korban cyberbullying parah. Awalnya kelihatan kayak masalah remaja biasa, tapi ternyata malah berubah jadi kisah pengkhianatan keluarga yang nggak kebayang sama sekali.
Review
Unknown Number: High School Catfish awalnya santai aja. Kita diajak kenalan sama Lauryn dan Owen, dua remaja kota kecil yang hidupnya kayak remaja pada umumnya.
Mereka olahraga, dekat sama keluarga, dan punya kisah cinta manis ala anak sekolah. Semuanya terlihat baik-baik aja, sampai akhirnya masuklah SMS misterius dari nomor nggak dikenal.
Isi pesannya kejam banget. Ada yang menghina, menjelek-jelekkan hubungannya, sampai menyuruh Lauryn menyakiti diri sendiri. Awalnya dikira cuma ulah teman iri, tapi makin lama makin jelas kalau ini sesuatu yang jauh lebih personal.
Baca juga: Sinopsis Unknown Number, Film Dokumenter Terbaru Netflix yang Bongkar Teror Catfish Sadis
Sebagai penonton, tiap kali HP Lauryn bunyi, rasanya ikutan deg-degan. Bayangin aja, anak 13-14 tahun harus baca kata-kata jahat tiap hari, yang jelas berniat buat menghancurkan mentalnya.
Sampai akhirnya Lauryn yang tadinya aktif di basket, perlahan drop dan kehilangan semangat. Sedih banget lihatnya.
Owen juga nggak kalah kasihan. Ia cuma ingin jadi pacar yang baik, tapi malah terbawa ke drama gelap yang nggak ada habisnya. Bahkan, keluarga mereka sempat salah nuduh temen sekolah lain, bikin situasi makin runyam.
Baca juga: Bikin Merinding! Ini 5 Rekomendasi Film Dokumenter tentang Penipuan Cinta di Dunia Maya
Plot Twist yang Bikin Merinding
Awalnya, penonton dibuat yakin kalau pelakunya pasti teman sekolah, entah cemburu atau ada dendam pribadi. Namun ternyata, polisi nggak menemukan apa-apa, sampai akhirnya FBI turun tangan.
Plot twist paling gila pun muncul, pelakunya ternyata bukan teman, bukan orang asing, tapi ibu kandung Lauryn sendiri, Kendra Licari.
Jujur, pas bagian ini kebongkar, rasanya lebih ngeri daripada thriller apa pun. Bayangin, seorang ibu mengirim ratusan pesan jahat ke anaknya sendiri, bahkan menyuruh buat bunuh diri.
Rasanya sakit banget, karena dikhianati keluarga yang harusnya jadi tempat paling bisa dipercaya.
Kekuatan Film
Menariknya, yang bikin dokumenter ini kuat bukan cuma twist-nya, tapi juga gimana soal rapuhnya rasa percaya dalam keluarga.
Dari awal, kita dibuat yakin pelakunya anak sekolah lain, tapi makin lama tensinya naik terus, sampai akhirnya semua hancur di depan mata.
Alasan Kendra melakukan ini pun nggak pernah jelas. Ada yang bilang karena gangguan mental, sampai cemburu, tapi semuanya tetap terasa nggak logis. Justru itu yang bikin cerita makin nyesek.
Untungnya, film ini juga memberi spotlight buat Lauryn. Meski dihancurkan sama ibunya sendiri, ia masih punya kekuatan buat belajar memaafkan.
Itu bagian paling nyesek sekaligus bikin haru. Kita bisa lihat gimana seorang remaja memilih memaafkan dan nggak dikalahkan sama kebencian.
Unknown Number: High School Catfish bisa dibilang salah satu dokumenter true-crime yang menarik ditonton di Netflix. Namun, konsepnya hampir sama seperti Sweet Bobby: My Catfish Nightmare.
Kedua film ini sama-sama mengisahkan soal pengkhianatan dari orang terdekat. Nggak ada darah, atau adegan gore, tapi justru itu yang bikin trauma.
Kalau kamu suka dokumenter kriminal dengan cerita yang penuh twist dan bikin mikir, film ini jelas wajib banget ditonton. Yuk, buruan nonton di Netflix!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond