INDOZONE.ID - Kalau lagi cari drakor yang bukan cuma seram tapi juga bikin mikir, The East Palace bisa jadi tontonan yang pas.
Drakor horor Netflix ini super unik, ceritanya gabungan saeguk dan supernatural. Ada tentang roh gentayangan, dunia arwah, sampai suasana istana yang mencekam. Tapi, yang bikin beda, ceritanya nggak berhenti di situ.
Buat kamu yang masih ragu buat mulai marathon, review The East Palace wajib disimak. Kita bedah bareng-bareng dari segi cerita, akting pemain, sampai hal-hal lainnya!
Sinopsis Singkat: Teror Hantu Kolam Istana
Drakor horor ini dimulai dengan teror mencekam di istana kerajaan. Para pangeran meninggal secara misterius satu per satu. Rumor yang beredar bilang kalau roh pendendam dari kolam istana bangkit lagi buat menghabisi keturunan raja.
Awalnya raja cuek-cuek aja. Namun, pas satu-satunya pangeran yang tersisa ikutan sakit parah, ia langsung panik.
Karena waktu makin mepet, raja akhirnya memanggil Gu Cheon, pria yang bisa menembus dunia arwah. Ia juga bisa membunuh para roh jahat pakai pedangnya.
Ia bakal kerja sama dengan dayang bernama Saeng Gang, yang ternyata juga bisa mendengar suara makhluk halus.
Baca juga: 8 Rekomendasi Drakor Nam Joo Hyuk, Banyak Judul Populer!
Review The East Palace
Bukan Sekadar Cerita Hantu Biasa
Ekspektasi awal buat drama ini sebenarnya tinggi banget. Selain karena jajaran pemainnya, The East Palace jadi satu-satunya line-up Netflix 2026 bergenre sejarah.
Awalnya mungkin kelihatan kayak drama fantasi horor biasa, tapi ternyata hasilnya jauh lebih bagus dari bayangan.
Di balik kemunculan monster dan kekuatan supranatural, The East Palace menyajikan teka-teki yang rumit banget. Gu Cheon dan Saeng Gang pelan-pelan membongkar rahasia masa lalu istana yang super kelam.
Kerennya, setiap kali satu misteri terjawab, malah muncul pertanyaan baru yang bikin alurnya penuh plot twist. Alhasil, penonton dibuat penasaran setiap episode-nya.
Visual hantu-hantunya lumayan bikin merinding. Namun, justru keputusan jahat dari manusianya sendiri yang paling membekas di ingatan.
Baca juga: 5 Alasan 'The East Palace' Wajib Ditonton, Drakor Horor Netflix 2026 Super Unik
Karakter dan Akting
Karakter Gu Cheon yang diperankan Nam Joo Hyuk benar-benar mencuri perhatian. Ia digambarkan sebagai cowok penyendiri dan sarkastik.
Gu Cheon juga malas banget pamer kekuatan kalau nggak kepepet. Akan tetapi, begitu masa lalu masa lalunya mulai terungkap, kita bakal paham kenapa sifatnya ketus kayak begitu.
Akting Nam Joo Hyuk pas lagi lelah fisik dan emosional tiap habis keluar-masuk dunia roh tuh dapet banget feel-nya.
Nah, Roh Yoon Seo sebagai Saeng-gang juga nggak kalah keren. Ia bukan cuma pemanis atau karakter pendukung biasa, tapi justru jadi penggerak penyelidikan.
Kasarnya, kalau Gu Cheon yang bagian berantem sama dunia roh, Saeng Gang yang bagian mikir dan mecahin misteri di dunia nyata (istana).
Sementara itu, akting Cho Seung Woo sebagai raja juga keren abis. Ia sukses menggambarkan raja yang kejam, ambisius, dan nggak kenal ampun. Pokoknya, karakternya lumayan bikin emosi.
Atmosfer dan Visual: Megah tapi Mencekam
Istana di drama ini punya aura yang suram banget. Tempat ini kayak punya nyawa sendiri yang nyimpan banyak rahasia kotor.
The East Palace nggak butuh banyak jump scare buat bikin takut. Ketegangannya dibangun pelan-pelan lewat suasana yang dingin dan misteri yang menggantung. Bahkan, di adegan ngobrol biasa pun rasanya tetep tegang, kayak ada yang lagi ngintip.
Pas Gu Cheon masuk ke dunia roh, transisi visualnya kontras banget. Ini bikin kita sadar kalau tempat itu bahaya banget. Secara visual, Netflix bener-bener niat modalin drama ini.
Set istananya megah, kostumnya detail, dan koreografi berantem pake pedangnya juga rapi. Kelihatan kalau The East Palace termasuk drama yang modalnya mahal.
Elemen Politik dan Cerita
Akting Cho Seung Woo sebagai Raja dan Jang Young Nam sebagai Ibu Suri benar-benar juara. Mereka bikin tensi politik istana naik kelas.
Karakternya nggak digambarkan sebagai villain biasa. Karakter mereka kompleks banget, sama-sama terobsesi buat menjaga rahasia istana dan takhta.
Bahkan, keduanya sampai kehilangan rasa kemanusiaan dan tega menumbalkan banyak nyawa. Dari sini, kelihatan kalau ancaman paling ngeri di drama ini sebenarnya bukan setan, tapi keserakahan manusia.
Alur ceritanya juga pinter banget mainin emosi penonton. Tiap di akhir episode, kita dibikin mikir "Oh, jadi ini pelakunya!", eh tapi beberapa menit kemudian langsung di-plot twist-in lagi pake fakta baru.
Beberapa Kekurangan
Meski secara konsep menarik dan visualnya megah, The East Palace nggak luput dari kekurangan. Ada beberapa poin yang mungkin bakal bikin sebagian penonton agak nggak nyaman pas nonton.
Alurnya yang lompat-lompat kadang bikin pusing. Karena ceritanya sering banget bolak-balik antara dunia nyata dan dunia arwah, kamu harus fokus pas nonton. Kalau nggak fokus, dijamin bakal bingung ini lagi ada di dimensi yang mana.
Selain itu, karakter di drama ini lumayan banyak, tapi minim penjelasan. Yap, karakternya lumayan bejibun, sayangnya nggak semuanya diceritakan secara detail.
Ditambah lagi, nggak ada tulisan nama atau jabatan tiap kali karakternya muncul di layar. Alhasil, pengenalan tokohnya murni cuma mengandalkan dialog dan jalannya alur cerita.
Buat penonton yang belum biasa sama drakor sejarah dengan segala silsilah kerajaan yang ribet, ini jelas bikin bingung.
Terakhir, di beberapa adegan, emang kelihatan seram dan dapet banget aura mistisnya. Namun di adegan lain, efek CGI-nya kelihatan kurang mulus. Bukannya bikin merinding, kadang visual makhluk atau dunianya malah kelihatan kurang natural.
Intinya, The East Palace adalah contoh drakor horor sejarah yang cukup menarik. Perpaduan antara misteri, horor, aksi, cerita rakyat, politiknya terasa pas. Meski ada beberapa kekurangan, drama ini tetap menyajikan pengalaman nonton yang seru.
Jadi, udah nonton atau baru mau mulai marathon The East Palace di Netflix?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Kwavesandbeyond