Jumat, 24 JULI 2026 • 12:25 WIB

Kenapa Drakor Sekarang Banyak Adaptasi Webtoon? Ini Alasannya!

Author

Kenapa drakor sekarang makin sering adaptasi webtoon daripada naskah asli (My Drama List)

INDOZONE.ID - Kalau kamu sering nonton drakor belakangan ini, pasti sadar banyak banget yang diadaptasi dari webtoon.

Mulai dari genre romance, thriller, sampai fantasi, semua kayak berlomba-lomba ambil cerita dari komik digital populer.

Nggak heran, kalau tren ini makin sering kelihatan di berbagai judul drakor terbaru 2026. Bahkan, beberapa drama yang lagi ramai dibahas juga punya latar belakang dari webtoon.

Akan tetapi, sebenarnya kenapa drakor sekarang makin sering adaptasi webtoon? Apakah cuma karena popularitas, atau ada alasan lain di balik tren ini? Yuk, kita bahas bareng!

Alasan Drakor Sekarang Banyak Adaptasi Webtoon

1. Persaingan Drakor yang Makin Gila

Moving, drakor adaptasi webtoon sukses (My Drama List)

Dulu, kita cuma nonton drakor di TV. Sekarang ada platform streaming kayak Netflix, Disney+, VIU, sampai yang lokal Korea. Semuanya rebutan penonton yang makin hari makin cepat bosan.

Karena persaingan ini, rumah produksi dituntut kerja cepat. Mereka pengin bikin drakor yang ramai, unik, dan langsung viral.

Nah, mencari naskah biasa yang siap pakai dan jaminan bakalan ramai itu susah banget. Makanya, mereka butuh jalan pintas yang idenya udah matang, yaitu webtoon.

Baca juga: Pigpen Belum Tayang, Drakor Thriller Jang Ki Yong yang Masih Ditunggu

2. Webtoon Lagi di Masa Kejayaan

Di Korea, baca webtoon di HP itu udah kayak bagian dari gaya hidup. Tinggal scroll-scroll sambil rebahan, orang dari yang bocil sampai dewasa punya webtoon favoritnya masing-masing.

Genrenya juga nggak ada obat, dari action, romantis, thriller, horor, semuanya ada. Mau cerita balik ke masa lalu, jadi raja iblis, atau sekadar cerita kehidupan anak kosan, semua bisa dipilih sesuai selera.

Intinya, webtoon ini ibarat gudang ide raksasa yang nggak pernah habis.

Baca juga: Drakor Thriller ‘Dear X’ Punya Ending Jauh dari Versi Webtoon, Fans Gak Nyangka!

3. Produser Lebih Suka Adaptasi dari Webtoon

Weak Hero Class 1, drakor bullying adaptasi webtoon terbaik (My Drama List)

Ada beberapa alasan klasik kenapa produser drakor makin makin kemaruk sama webtoon:

a. Pasti Ada yang Nonton 

Webtoon terkenal biasanya udah dibaca jutaan orang. Jadi, pas diumumkan mau dibikin drakor, jutaan pembaca itu otomatis langsung penasaran dan nunggu.

b. Biar Nggak Rugi Banyak

Bikin drakor itu modalnya miliaran. Kalau pakai cerita yang udah terbukti disukai banyak orang di webtoon, risiko dramanya sepi lebih kecil.

c. Udah Ada Gambaran

Sutradara nggak perlu pusing membayangkan baju pemain atau angle kamera. Tinggal nyotek visual yang udah digambar sama komikusnya.

d. Gampang Bikin Heboh

Sebelum dramanya tayang, netizen udah heboh duluan tebak-tebakan. Biasanya, banyak yang nebak “Si A cocok nih jadi karakter ini!", "Eh jangan Si B, mukanya kurang mirip!" Ini jadi promosi gratis yang luar biasa masif.

Perbedaan Adaptasi Webtoon vs Naskah Asli

1. Faktor Risiko

Adaptasi webtoon risikonya kecil karena pasarnya udah ada. Kalau naskah asli, murni tebak-tebakan, bisa meledak banget, bisa juga nggak ada yang nonton.

2. Faktor Kebebasan

Penulis naskah asli bisa bebas ngacak-ngacak cerita sesuka hati. Kalau adaptasi webtoon, penulisnya harus hati-hati. Salah ubah alur sikit, siap-siap dirujak sama fans garis keras komiknya.

3. Faktor Visual 

Adaptasi webtoon udah punya konsep visual yang tinggal direalisasikan. Di sisi lain, naskah asli harus membangun konsep dari nol.

Gimana Nasib Penulis Skenario?

Jujur, tren ini bikin nasib penulis skenario asli kurang baik. Penulis baru yang membawa ide orisinal sering ditolak karena produser ogah ambil risiko.

Tugas penulis drakor sekarang malah bergeser jadi tukang poles. Kebanyakan, sekarang mereka cuma menyesuaikan cerita webtoon biar muat jadi episode drakor.

Namun positifnya, banyak komikus webtoon dan penulis drakor yang kolaborasi bareng buat bikin proyek baru dari awal.

Efek Samping di Industri Drakor

Sisi Bagusnya:

  • Kalau adaptasi webtoon, jarang ada drakor yang gagal total karena jalurnya udah jelas.
  • Drakor makin bervariasi dan makin gampang diterima sama penonton internasional.
  • Pembaca webtoon naik, yang nonton drakor juga makin banyak, ini jelas saling menguntungkan.

Sisi Buruknya:

  • Ceritanya rentan jadi pasaran. Kalau satu genre sukses, misal romantis bos vs bawahan. Besoknya bakal bermunculan drakor sejenis yang bikin ceritanya nggak variatif.
  • Produser jadi males bereksperimen sama ide-ide baru yang lebih berani.

Contoh Kasus Nyata

Itaewon Class dan True Beauty adalah contoh dua webtoon yang punya banyak fans. Usai diadaptasi jadi drama, hasilnya juga nggak kalah sukses.

Ceritanya kuat, casting pemainnya mirip banget sama versi komik, dan pembawaannya pas. Penonton puas, fans komiknya pun senyum lebar.

Sementara Sweet Home dan Moving contoh drakor adaptasi webtoon yang menang di visual. Ini tipe yang modalnya gede banget.

CGI-nya keren dan berani nambah konflik baru yang bikin versi drakornya makin hidup.

Sementara itu, ada juga contoh drakor yang versi naskah asli dari penulis, kayak The Judge from Hell. Bahkan, naskah ini ditulis sama penulis baru dan langsung diambil sama Park Shin Hye karena ceritanya unik.

Singkatnya, produser drakor lebih suka adaptasi webtoon karena lebih aman secara bisnis, udah ada penontonnya, dan idenya segar.

Kemungkinan, tren ini belum bakal hilang dalam waktu dekat. Selama kita masih suka baca komik digital dan hobi nonton drakor, adaptasi ini nggak bakal hilang.

Kira-kira, kamu lebih suka drakor adaptasi webtoon atau yang benar-benar naskah asli dari penulis?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU