Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 14:07 WIB

James Cameron Sebut Film Netflix Tidak Layak Masuk Nominasi Oscar

James Cameron Sebut Film Netflix Tidak Layak Masuk Nominasi OscarJames Cameron (REUTERS)

INDOZONE.ID - Pemenang Oscar sekaligus sutradara Avatar: Fire and Ash, James Cameron, menyebut bahwa film Netflix tidak seharusnya masuk nominasi Oscar. 

Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan Matthew Belloni di podcast The Town with Matthew Belloni. 

Cameron menegaskan bahwa hanya film yang diproduksi untuk penayangan di bioskop yang layak bersaing di Academy Awards, bukan film yang dirilis terutama melalui platform streaming.

Baca juga: Hukuman Nikita Mirzani Diperberat Jadi 6 tahun Penjara di Tingkat Banding

Menurut James, standar Oscar seharusnya tetap menjunjung pengalaman menonton di layar lebar, bukan sekadar mengejar syarat administratif untuk mendapat nominasi.

Pernyataan tegas ini muncul di tengah upaya Netflix meraih legitimasi industri melalui kemenangan Oscar, meskipun platform tersebut telah mengantongi 10 nominasi sejak 2019 namun tidak ada satu pun yang berhasil membawa pulang piala utama.

Dalam kesempatan tersebut, James juga menanggapi kabar rencana Netflix mengakuisisi Warner Bros. Ia mengatakan bahwa jika kesepakatan itu terjadi, dampaknya akan buruk bagi industri perfilman. 

Baca juga: Golden Globes Awards Rilis Deretan Nominasi, Film "One Battle After Another" Sabet 9 Kategori

“Netflix akan menjadi bencana. Maaf, Ted (CEO Netflix Ted Sarandos), tapi ya ampun,” ujarnya. 

James mengkritik keras pendekatan Netflix yang hanya menayangkan film di bioskop selama satu minggu atau sepuluh hari sekadar untuk memenuhi syarat Oscar. Menurutnya, praktik tersebut adalah strategi yang “busuk dari akar” dan menodai makna Oscar itu sendiri.

Cameron berpendapat bahwa Netflix baru pantas bersaing di Oscar jika berani menayangkan film secara luas di setidaknya 2.000 bioskop selama satu bulan penuh. Namun, harapan itu tampaknya kecil karena Ted Sarandos baru-baru ini menyebut pengalaman menonton film di bioskop sebagai “gagasan yang sudah ketinggalan zaman”.

Baca juga: NCT Doyoung dan Jungwoo Mulai Wajib Militer Hari Ini

Sulit untuk tidak sejalan dengan James Cameron, mengingat industri bioskop di seluruh dunia memang mengalami penurunan signifikan akibat dominasi platform streaming, terutama setelah pandemi COVID-19. 

Di satu sisi, Netflix patut diapresiasi karena memberi ruang bagi proyek film yang kerap ditolak studio besar dan memberikan kebebasan penuh bagi para sutradara. Namun, calon peraih penghargaan dari Netflix umumnya hanya menikmati penayangan terbatas sebelum dipindahkan secara cepat ke platform digital.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Awardsdaily.co

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

James Cameron Sebut Film Netflix Tidak Layak Masuk Nominasi Oscar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!