Imajinari gelar konferensi pers trailer 2 & OST "Operasi Pesta Copet", film soal copet konser yang sarat pesan memanusiakan manusia. (Liputan/Siti Gea Arzetty)
INDOZONE.ID - Rumah produksi Imajinari bersiap menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan trailer kedua, sekaligus original soundtrack dari film terbarunya, "Operasi Pesta Copet".
Film ini mengangkat kisah seputar dunia pencopetan dengan balutan cerita yang disebut menyentuh sisi kemanusiaan para tokohnya.
Film ini berkisah tentang empat sekawan copet amatir, yakni Ijal (diperankan Iqbaal Ramadhan), Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba).
Mereka menyusup ke tengah keramaian penonton untuk mempelajari seluk-beluk skena musik, agar bisa berbaur dengan pengunjung festival, sembari menjalankan misi mengincar ponsel para penonton konser dan festival musik.
Kisah aksi pencopetan menegangkan ini, dibalut dengan cerita persahabatan sekaligus refleksi sosial tentang himpitan ekonomi yang memaksa banyak orang mengambil langkah nekat dalam hidupnya.
Salah satu hal yang membuat produksi film ini terbilang istimewa, adalah proses syuting dilakukan langsung di tengah keramaian festival musik sungguhan, Pestapora, dengan puluhan ribu penonton asli. Selain itu, film ini juga syuting di lokasi lain, seperti pinggir rel kereta api dan studio dengan ratusan figuran.
Pendekatan produksi semacam ini bahkan disebut menjadi salah satu proyek paling menantang secara teknis, yang pernah digarap Imajinari.
Untuk mendalami peran sebagai copet konser, para pemeran utama, termasuk Iqbaal Ramadhan, dikabarkan turut menjalani pelatihan khusus teknik mencopet bersama seorang pesulap. Tujuannya adalah supaya adegan pencopetan dalam film terlihat meyakinkan tanpa mengandalkan trik editing semata.
Film "Operasi Pesta Copet" bukan sekadar ide fiksi yang muncul begitu saja. Edy Khemod, yang sehari-hari dikenal sebagai penabuh drum grup musik Seringai, sekaligus creative & show director berbagai pertunjukan musik di Indonesia.
Mengaku ide film ini lahir dari keresahan terhadap maraknya aksi pencopetan di berbagai konser musik, yang pernah dialaminya langsung bersama Seringai.
Salah satu kejadian yang membekas adalah ketika sejumlah pelaku copet diketahui sengaja datang jauh-jauh dari Jakarta ke Solo hanya untuk beraksi di sebuah konser Seringai.
Fenomena itulah yang kemudian mendorong Khemod, juga kerap menggarap video klip dan iklan, untuk mengangkatnya menjadi sebuah film layar lebar.
"Operasi Pesta Copet" sekaligus menjadi film panjang pertama yang disutradarai, setelah proses pengembangan cerita memakan waktu sekira tiga tahun sejak pertama kali digagas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis