Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 05 JANUARI 2026 • 20:27 WIB

Sutradara Film 'Alas Roban' Buka Rahasia Pilih Konsep Horor Dibanding Gore

Sutradara Film Alas Roban Buka Rahasia Pilih Konsep Horor Dibanding GoreFilm horor terbaru 'Alas Roban'. (INDOZONE/Nadya Mayangsari)

INDOZONE.ID - Sutradara Hadrah Daeng Ratu membeberkan cerita di balik film Alas Roban yang memiliki nilai emosional tersendiri baginya.

Kisah Alas Roban di Batang, Jawa Tengah, selama bertahun-tahun dikenal bukan hanya sebagai jalur penghubung antarkota.

Bagi banyak pelintas, kawasan itu sering kali memiliki ruang cerita tentang hutan yang rapat, kabut yang bisa turun tiba-tiba, dan rasa tidak nyaman yang muncul tanpa penjelasan, membuat perjalanan malam terasa seperti menguji nyali.

Legenda urban tentang Alas Roban, menurut beberapa penjelasan yang berkembang dari mulut ke mulut, tumbuh bukan karena semua orang melihat pengalaman yang sama.

Nah, kisah-kisah itu semakin tegas karena banyak dari pengendara mengaku pulang membawa perasaan yang serupa seperti gelisah hingga memercayai kalau ada “aturan tak tertulis” yang sebaiknya tidak dilanggar saat melintas.

Berbeda dengan karya-karya sebelumnya yang didominasi oleh unsur gore (darah dan kekejaman), kali ini Hadrah lebih menonjolkan nuansa horor murni yang berfokus pada kemunculan sosok hantu.

Baca juga: Sinopsis dan Daftar Pemain Film Alas Roban, Kisah Nyata di Jawa Tengah

"Film Alas Roban buatku sangat spesial ya, karena dari awal ditawarin tuh oke ini road movie horor, ini horor bukan gore gitu. Jadi sesuatu yang mungkin kalau yang udah pada nonton sebelumnya, gue bikinnya gore tapi kali ini yang horor, bener-bener hantu gitu kan," ujar sutradara Hadrah Daeng Ratu saat jumpa pers di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (5/1/2026).

Bagi Hadrah, Alas Roban bukan sekadar suguhan horor biasa karena di dalamnya terselip sebuah pesan moral yang sangat kuat.

Ia menyoroti bagaimana perjuangan seorang ibu menjadi ruh dalam narasi film ini.

Perbedaan signifikan yang ingin ditunjukkan adalah film ini tidak hanya bergerak pada spektrum trauma atau kondisi psikis para tokohnya, melainkan mengangkat kebesaran nama Alas Roban sebagai sebuah legenda urban yang sudah melegenda di tengah masyarakat Jawa.

Hadrah Daeng Ratu meyakini bahwa kisah Alas Roban sangat relate dengan kehidupan masyarakat, khususnya di Pulau Jawa. Kepopuleran jalur ini sebagai rute utama mudik membuat pengalaman mistis di sana menjadi cerita yang diketahui hampir semua orang.

Dengan menjadikan Alas Roban sebagai latar, Hadrah merasa sedang mengangkat cerita yang "dimiliki" oleh masyarakat luas yang setiap tahunnya melintasi kawasan tersebut demi merayakan libur atau Lebaran di kampung halaman.

"Maksudnya kisah Alas Roban kayak hampir semua tahu, dan temen-temenku, ketika aku cerita menyebut kata 'Alas Roban', mereka pasti rata-rata pada tau, oh iya setiap pulang kampung pasti lewat Alas Roban" jelas Hadrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Sutradara Film 'Alas Roban' Buka Rahasia Pilih Konsep Horor Dibanding Gore

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!