Para pemeran film Lift (Z Creators/Gunawan)
INDOZONE.ID - Dunia perfilman Indonesia kembali diwarnai oleh aksi memukau "Ratu Horor" Indonesia, Shareefa Daanish. Melalui film thriller terbaru bertajuk Lift, aktris kelahiran London ini memerankan karakter Doris, sosok misterius yang penuh teror. Namun, di balik totalitas aktingnya yang memukau, istri dari Farri Icksan Wibisana ini harus menghadapi sisi gelap popularitas, yakni penghakiman sepihak dari netizen mengenai kepribadian aslinya.
Dalam sesi konferensi pers yang digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/2/2026), Shareefa mengungkapkan kegelisahannya. Ia menyayangkan adanya stigma negatif yang menyebut dirinya memiliki kepribadian ganda atau gangguan jiwa hanya karena sering mendapatkan peran antagonis yang ekstrem.
Aktris berusia 43 tahun ini merasa bahwa kemampuan aktingnya sering kali disalahartikan oleh publik sebagai cerminan sifat aslinya di kehidupan sehari-hari.
"Itu pertanyaannya apakah saya psikopat beneran atau enggak betul Kak waduh kok judging ya," ucapnya.
Baca juga: Tiga Ratu Horor Bersatu di Film 'Jalan Pulang': Ada Luna Maya, Shareefa Daanish dan Taskya Namya
Ibu satu anak ini menekankan bahwa sebagai aktor, tugas utamanya adalah menghidupkan karakter agar terlihat nyata di mata penonton. Baginya, adalah sebuah ironi ketika kerja kerasnya untuk tampil meyakinkan justru berujung pada fitnah yang tidak mendasar. Shareefa merasa keberatan jika profesionalitasnya dalam bekerja diseret ke ranah personal dengan narasi yang menyudutkan.
"Jadi maksudnya saya enggak tahu ya saya merasa kalau misalnya sampai dibilangin misalnya memerankan seorang pembunuh terus di-judge 'Oh aslinya dia juga pembunuh' itu tuh menurut saya pikiran yang sangat jahat ya," ungkap ibu satu anak ini dengan nada serius.
Ketegangan dalam film Lift rupanya tidak hanya terjadi di depan kamera, tetapi juga tumpah ke lokasi syuting. Totalitas Shareefa Daanish saat melakoni adegan laga sempat memakan korban. Verdi Solaiman, yang berperan sebagai Hansen, menceritakan pengalamannya mengalami cedera nyata akibat tendangan sepatu hak tinggi (stiletto) yang mendarat tepat di tubuhnya hingga mengeluarkan darah.
"Nah terus itu emang salah saya juga saya sempat minta Daanish untuk fighting ke saya meskipun di-cover sama saya ya dan apa namanya adegan nendang dan saya mungkin karena sudah intens dan sudah cukup koreo saat itu agak kurang menjaga jarak jadi waktu kaki dan suatu hak itu masuk nancep bener-beran dan darahnya keluar," cerita Verdi Solaiman.
Baca juga: Drakor Netflix ‘Can This Love Be Translated?’ Dikecam Netizen Korea Selatan
Menanggapi insiden berdarah tersebut, Shareefa Daanish tidak mampu menyembunyikan rasa bersalahnya. Ia mengakui bahwa keterbatasan kemampuannya dalam seni bela diri membuatnya kesulitan mengontrol tenaga saat adegan berlangsung. Baginya, keselamatan rekan kerja tetap menjadi prioritas utama meski tuntutan naskah mengharuskan adanya kontak fisik yang intens.
"Doris minta maaf banget dan ya minta maaf banget sama Mas Verdi karena mungkin karena saya enggak ada basic martial art jadi belum bisa kontrol dan waktu itu mungkin butuh latihan lebih banyak," tutur Shareefa dengan penuh penyesalan.
Film Lift sendiri mengangkat premis mencekam tentang trauma masa lalu. Enam tahun setelah kecelakaan maut di lift kantor yang menelan banyak korban, teror kembali menghantui PT Jamsa Land. Linda (Ismi Melinda), staf humas perusahaan tersebut, terjebak di dalam lift bersama orang-orang asing. Suara misterius melalui interkom memaksa mereka melakukan permainan mematikan demi menyelamatkan nyawa orang tercinta yang disandera.
Ketegangan klaustrofobik dan adegan laga yang nyata membuat Lift menjadi salah satu film thriller yang paling dinanti tahun ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan