DMS+ persiapkan film Rumah 78. (Handout)
INDOZONE.ID - Dunia hiburan horor Indonesia memasuki babak baru di tahun 2026. Merayakan hari jadinya yang ketiga, DMS+ menggelar acara intimate networking bertajuk “Ruang Tamu DMS+” sekaligus buka puasa bersama para mitra di Jakarta.
Momen ini bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan sebuah pengumuman besar mengenai arah ekspansi platform tersebut sebagai aplikasi horor pertama dan terbesar di Indonesia serta Asia yang telah mengantongi lebih dari 1 juta unduhan.
Ekspansi besar-besaran ini dipicu oleh keinginan untuk memperkuat ekosistem kreatif bagi para penikmat misteri. DMS+ tidak lagi hanya menjadi sebuah aplikasi, melainkan katalisator yang menghubungkan berbagai lini industri melalui kolaborasi strategis sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan konten horor berkualitas dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah kerja sama strategis antara DMS+ dengan Motorola.
Baca juga: 7 Film Horor Indonesia yang Tembus Luar Negeri, Diakui Dunia!
Kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan pengalaman menikmati konten horor yang lebih seamless dan mudah diakses melalui perangkat teknologi terkini. Melalui sinergi ini, distribusi konten diharapkan dapat berjalan lebih masif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi perangkat keras.
Tak berhenti di perangkat digital, DMS+ juga mulai merambah ke format storytelling vertikal yang tengah populer. Bekerja sama dengan Folago Pictures, mereka memproduksi film vertikal horor berjudul “Rumah 78”.
Film unik ini dijadwalkan akan segera tayang melalui akun TikTok pribadi Sara Wijayanto untuk menyasar para pengguna media sosial yang gemar akan tayangan singkat namun mencekam. Secara narasi, “Rumah 78” merupakan adaptasi dari pengalaman nyata yang dialami oleh pasangan selebriti Demian Aditya dan Sara Wijayanto pada tahun 2014 silam.
Film ini mengisahkan tentang pasangan muda, Banyu yang diperankan oleh Gary Iskak dan Mira yang diperankan oleh Carissa Perusset. Mereka diceritakan memulai kehidupan baru di sebuah rumah kontrakan klasik bernomor 78 yang menyimpan misteri.
Baca juga: Penjelasan Ending The Autopsy of Jane Doe: Film Horor Barat yang Bikin Merinding!
Ambisi DMS+ kian nyata dengan rencana membawa konten mereka ke layar perak. Mereka memberikan dukungan penuh pada kolaborasi antara DiaryMisteriSara dan MVP Pictures dalam pengembangan film layar lebar berjudul “Cerita Lila”.
Judul ini diangkat dari salah satu episode paling ikonik yang telah ditonton lebih dari 10 juta kali sejak pertama kali tayang di kanal YouTube Sara Wijayanto pada Agustus 2020.
Demian Aditya, CEO DMS+, menyampaikan optimismenya terhadap fase ekspansi ini. Ia menekankan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen jangka panjang untuk industri kreatif tanah air.
“Memasuki tahun ketiga, kami ingin DMS+ terus berkembang menjadi platform terdepan dalam menghadirkan konten misteri dan horor yang berkualitas. Kolaborasi ini bukan hanya tentang pertumbuhan bisnis, tetapi tentang bagaimana industri horor Indonesia bisa semakin mudah diakses, lebih dekat dengan berbagai kalangan, serta memiliki daya saing lintas negara,” katanya melalui siaran pers.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Conference