Logo Paramount - Warner Bros (Paramount - Warner Bros)
INDOZONE.ID - Mundurnya Netflix dari persaingan akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) memang memberikan karpet merah bagi Paramount Global. Namun, kemenangan Paramount ini bukan berarti akhir dari segalanya.
Kini, perhatian beralih dari perang harga ke medan tempur baru yakni, pengawasan regulasi dan tensi politik.
Baca juga: Neflix Batal Akuisisi Warner Bros! Ini Alasannya
Berdasarkan laman Deadline, (28/02/20206) meski Netflix sudah angkat kaki, Jaksa Agung California, Rob Bonta, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.
Ia menyatakan akan melakukan investigasi terbuka dan bersikap tegas terhadap merger dua raksasa Hollywood ini.
Hambatan tidak hanya datang dari dalam negeri. Meski pemerintahan Trump di tingkat federal diprediksi akan lebih fleksibel, regulator luar negeri seperti Uni Eropa dan Inggris tetap menjadi faktor penentu yang bisa menghambat atau bahkan menggagalkan kesepakatan ini.
Baca juga: 30 Film-Series yang Kini Dikuasai Netflix Pasca Akuisisi Warner Bros: Ada Harry Potter hingga DCU
Sisi politik menjadi bumbu penyedap yang panas dalam transaksi ini. CEO Paramount, David Ellison, kini berada di bawah sorotan tajam Partai Demokrat.
Kedekatannya dengan pemerintahan Trump, termasuk kehadirannya sebagai tamu spesial dalam pidato kenegaraan memicu kekhawatiran akan adanya pengaruh politik yang tidak sehat.
Partai Demokrat bahkan mulai menyerukan agar Ellison bersaksi di depan Kongres untuk menjelaskan detail transaksi serta keterlibatan dana investasi asing dari Arab Saudi, Abu Dhabi, dan Qatar dalam pendanaan akuisisi ini.
Baca juga: Mortal Kombat 3 Digarap Meski Film Kedua Belum Rilis, Warner Bros Yakin Dengan Fanbase Besar!
Berdasarkan analisis ekonomi, penggabungan Paramount dan HBO (WBD) dianggap lebih kecil kemungkinannya untuk melanggar aturan antimonopoli dibandingkan jika WBD dibeli oleh Netflix.
Baca juga: Studio Paramount Bakal Siapkan Film Spin-Off Sonic!
Selain regulasi, faktor internal juga membayangi. Penurunan harga saham Oracle, yang berdampak pada kekayaan Larry Ellison (ayah David Ellison sekaligus investor utama) serta risiko utang yang besar membuat transaksi ini disebut sebagai langkah yang sangat berani sekaligus berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Deadline