Sutradara dan Produser Ungkap di Balik Layar Film Children of Heaven (Indozone/Sagita)
INDOZONE.ID - Adaptasi Children of Heaven versi Indonesia bukan sekadar memindahkan cerita dari Iran ke Tanah Air.
Di balik proses produksinya, terdapat diskusi panjang soal hak cipta, sensitivitas budaya, hingga bagaimana menjaga ruh film aslinya tetap utuh.
Film yang diproduksi oleh MD Pictures ini merupakan adaptasi dari karya sutradara Iran Majid Majidi. Versi Indonesia tetap mempertahankan judul Children of Heaven dan digarap oleh Hanung Bramantyo sebagai sutradara.
Baca juga: 10 Film dan Serial Adaptasi Game yang Wajib Ditonton
Pada konferensi pers yang dilaksanakan Epicentrum XXI, Rabu (04/03/2026) Hanung mengungkapkan, proses diskusi dengan pihak pemegang hak cipta di Iran menjadi momen yang sangat berharga.
Ia menekankan adanya pesan khusus dari Majid Majidi terkait adaptasi ini.
“Pesan terpentingnya adalah tidak mengeksploitasi kesedihan dan kemiskinan,” ujar Hanung.
Menurutnya, film ini justru harus menampilkan martabat manusia di tengah keterbatasan. Ia teringat saat pertama kali menonton film aslinya sekitar 15 tahun lalu.
Baca juga: 9 Daftar Film Indonesia Tayang Maret 2026: dari 'Juara Sejati' hingga 'Tunggu Aku Sukses Nanti'
Sejak saat itu, ia melihat bagaimana sinema Iran berbicara jujur tentang identitas mereka sendiri.
“Mereka jadi diri sendiri, bangga dengan lokalitasnya, itu yang membuat film Iran dicintai dunia,” katanya.
Nilai itulah yang coba dipertahankan dalam versi Indonesia, bukan sekadar menguras air mata, melainkan menunjukkan daya juang dan harga diri.
Dari sisi produksi, tantangan besar muncul ketika cerita harus diadaptasi ke konteks Indonesia tanpa menghilangkan konflik utama: sepatu yang hilang dan ketakutan anak untuk jujur pada orang tua.
Manoj Punjabi menyebut latar waktu menjadi keputusan penting. “Kita sesuaikan. Ini dari sudut pandang anak-anak, dan setting 80-an itu lebih masuk akal,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung