Sinopsis film ‘Aku Harus Mati’. (Instagram/@hanahaho)
INDOZONE.ID - Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI '56) Marcella Zalianty mengimbau terkait kehati-hatian dalam membuat judul film dan materi promosi film menyusul masalah baliho film berjudul Aku Harus Mati.
Baliho film horor itu menuai kritik tajam dari warga dan ahli kesehatan, lantaran dinilai bisa berpengaruh buruk terhadap orang dengan kerentanan psikologis.
"Setiap konsep kreatif pasti ada dampaknya, dan itu sebaiknya juga kita pikirkan," ujar Marcella di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (7/4/2026).
"Pemilihan kata dalam komunikasi itu harus hati-hati, karena bisa berdampak secara psikologis, tidak hanya komersial," lanjutnya.
Baca juga: Jual Jiwa Demi Harta, Film Horor ‘Aku Harus Mati’ Tayang 2 April 2026
Dia menjelaskan bahwa polemik yang muncul berkaitan dengan poster promosi film Aku Harus Mati bisa menjadi pembelajaran bagi para pelaku usaha kreatif dalam mengemas strategi komunikasi publik.
"Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana memilih diksi dan strategi komunikasi yang lebih baik," katanya.
Dalam konflik promosi film Aku Harus Mati, ia menegaskan bahwa pembuat film bisa menggunakan pilihan judul lain yang lebih baik.
"Bukan berarti filmnya harus berhenti, bisa saja diberikan alternatif judul atau pendekatan lain yang lebih aman,” tegasnya.
Marcella menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan tanggung jawab sosial di industri film.
"Tidak ada benar atau salah, tapi lebih kepada kepekaan sosial yang perlu dipertimbangkan," ujarnya.
Menurutnya, sistem kurasi konten sangat krusial untuk memastikan aspek keamanan informasi bagi masyarakat luas.
Terkait kontroversi film Aku Harus Mati, ia mengingatkan bahwa penilaian objektif atas sebuah film seharusnya dilakukan secara menyeluruh, melampaui kesan pertama dari judul atau alat pemasaran yang digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA