Review If Wishes Could Kill, drakor horor Netflix super brutal (My Drama List)
INDOZONE.ID - Pencinta horor wajib kumpul! Kali ini Netflix kembali menyuguhkan Drama Korea terbaru berjudul If Wishes Could Kill yang resmi tayang sejak 24 April 2026 dan langsung menyita perhatian para penggemar drakor.
Serial ini langsung viral lantaran mengangkat ide unik yang memadukan kehidupan remaja sekolah dengan misteri supranatural yang berbahaya.
Drama ini disutradarai oleh Hyeon Seo-Ri dan naskahnya ditulis oleh Park Joong-seop. If Wishes Could Kill dikemas dalam format mini series dengan total tujuh episode, masing-masing berdurasi sekitar 45 hingga 60 menit, sehingga alurnya terasa padat dan intens.
Baca juga: Sinopsis Hope, Film Action Korea Terbaru 2026 dengan Cast Kelas Dunia
Walaupun mengusung genre horor, drama ini tidak sekadar mengejar efek kejut (jumpscare) untuk meneror audiens.
Daya tarik fundamentalnya justru bersumber dari gejolak batin, beban mental, serta kerumitan moral yang menyelimuti para tokohnya.
Sebagai tayangan berkategori Teen Horror dan Young Adult, atmosfer yang dibangun terasa lebih melankolis, kelam, dan sarat akan tensi yang merayap perlahan.
Slogan “Got a wish worth dying for?” menjadi pengingat tajam bahwa pemenuhan hasrat sering kali dibayar dengan harga yang sangat mahal.
Lantas, seperti apa sinopsis drama Korea If Wishes Could Kill? Simak informasi selengkapnya di bawah ini!
Drama ini bercerita soal kehidupan lima sahabat di SMA Seorin, yaitu Yoo Se-ah yang diperankan Jeon So-young, Lim Na-ri oleh Kang Mi-na, Kim Geon-woo oleh Baek Sun-ho, Kang Ha-joon oleh Hyun Woo-seok, dan Hyeong-wook yang diperankan Lee Hyo-je.
Awalnya, kehidupan mereka tampak seperti remaja pada umumnya, diselimuti persahabatan, mimpi, dan masalah khas anak sekolah. Tetapi semuanya berubah ketika mereka menemukan sebuah aplikasi misterius bernama Girigo.
Aplikasi itu menawarkan kemampuan yang nyaris tak masuk akal, yakni mampu mewujudkan apa pun yang diinginkan oleh penggunanya.
Bagi para remaja yang tengah bergulat dengan tekanan hidup, ambisi, serta persoalan pribadi, daya tarik tersebut terasa begitu sulit untuk ditolak.
Pada awalnya, kehadirannya dianggap sebagai sebuah keberuntungan, bahkan seperti keajaiban yang datang tiba-tiba. Namun seiring waktu, mereka mulai merasakan kejanggalan yang tak bisa diabaikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Netflix