Review Voicemails for Isabelle, film romantis barat Netflix 2026 (tudum)
INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kepikiran kalau satu pesan suara yang salah sambung bisa mengubah hidup seseorang? Itulah premis yang ditawarkan film romantis terbaru Netflix, Voicemails for Isabelle!
Sekilas terdengar simpel, hanya soal voicemail yang nyasar ke nomor orang lain. Namun ternyata, cerita di dalamnya jauh lebih rumit, emosional, dan penuh drama.
Dibintangi Zoey Deutch dan Nick Robinson, film ini membawa penonton ke kisah cinta yang tumbuh dari kesalahpahaman kecil.
Pertanyaannya, apakah konsep salah sambung ini terasa manis atau justru bikin nggak nyaman? Sebelum kamu memutuskan mau nonton atau skip, yuk kita bahas review Voicemails for Isabelle dulu!
Cerita film romantis barat ini tentang Jill, cewek yang lagi berduka karena kehilangan kakaknya, Isabelle. Ia jadi sering meninggalkan voicemail ke nomor lama kakaknya supaya tetap merasa dekat.
Masalahnya, nomor itu ternyata udah dipakai orang lain, yaitu Wes. Bukannya bilang ke Jill, Wes malah mendengarkan semua voicemail itu.
Bahkan, Wes pelan-pelan mencari tahu tentang Jill dan masuk ke hidupnya. Ia sampai mendekati Jill dan menutupi fakta sebenarnya.
Baca juga: 4 Film Romantis Barat Terbaru Juni 2026, Siap Bikin Baper!
Voicemails for Isabelle, film romantis barat Juni 2026 (IMDb)
Sebenarnya, yang bikin film ini tetap menarik bukan karena ceritanya, tapi karena hubungan Jill dan Wes yang terasa hidup.
Zoey Deutch tampil kuat banget, emosional, tapi tetap natural. Nick Robinson juga berhasil bikin karakternya nggak terasa dingin atau manipulatif berlebihan.
Chemistry mereka berdua jadi alasan utama kenapa penonton masih bisa peduli sama cerita ini, meski plotnya udah ketebak.
Baca juga: 10 Serial Romantis Barat Terbaik, Bikin Baper dan Susah Move On!
Ciara Bravo sebagai Isabelle tetap meninggalkan kesan emosional meski tampil singkat. Harry Shum Jr. juga hadir sebagai teman yang membantu cerita Wes.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Deadline