James Cameron Digugat Aktris Q'orianka Kilcher Terkait Karakter Avatar Gunakan Wajahnya (IMDb)
INDOZONE.ID - James Cameron, sutradara dari franchise Avatar, tengah menghadapi gugatan hukum dari aktris Q'orianka Kilcher terkait dugaan penggunaan fitur wajahnya untuk karakter Neytiri tanpa izin.
Melansir laman The Guardian, Kamis (7/05/2026) gugatan tersebut juga melibatkan Walt Disney Company. Q'orianka Kilcher menuduh James Cameron mengambil inspirasi langsung dari wajahnya untuk menciptakan karakter Neytiri dalam film Avatar.
Q'orianka Kilcher diketahui pernah membintangi film The New World karya Terrence Malick pada 2005 sebagai Pocahontas.
Dalam gugatan itu disebutkan bahwa James Cameron melihat foto Q'orianka Kilcher di iklan LA Times dan kemudian meminta tim desainnya menjadikan penampilan sang aktris sebagai dasar visual karakter Neytiri.
Karakter Neytiri sendiri diperankan oleh Zoe Saldaña dalam franchise Avatar.
Baca juga: James Cameron Pelajari Ilmu Saraf demi Menyempurnakan Pengalaman 3D Avatar
Berdasarkan gugatan yang diajukan, Q'orianka Kilcher merasa identitas biometrik dan warisan budaya pribuminya telah dimanfaatkan tanpa persetujuan maupun kompensasi.
Dalam pernyataannya, tim hukum Q'orianka Kilcher menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk eksploitasi terhadap seorang gadis muda Pribumi demi kepentingan komersial franchise bernilai miliaran dolar.
Q'orianka Kilcher juga mengatakan dirinya baru mengetahui dugaan penggunaan wajahnya secara langsung setelah sebuah video wawancara James Cameron kembali viral di media sosial tahun lalu.
Dalam video itu, James terlihat menunjukkan sketsa Neytiri sambil menyebut bahwa inspirasi awal karakter tersebut berasal dari foto Q'orianka Kilcher.
Melansir The Guardian, gugatan tersebut turut mengungkap pertemuan antara Q'orianka Kilcher dan James pada 2010 setelah film Avatar pertama dirilis.
Saat itu, James disebut memberikan sebuah sketsa Neytiri yang telah ditandatangani langsung olehnya. Q'orianka Kilcher juga mengaku menerima catatan yang menyebut kecantikannya menjadi inspirasi awal karakter tersebut.
Meski begitu, gugatan menyatakan James tidak pernah mengajak Q'orianka Kilcher bergabung dalam proyek film Avatar, walaupun pihak agen sang aktris telah mencoba mengupayakan audisi.
Baca juga: James Cameron Buka Peluang Director’s Cut untuk Avatar: Fire and Ash
Dalam pernyataannya, Q'orianka Kilcher mengaku kecewa karena merasa kepercayaannya telah dilanggar. Ia menyebut tidak pernah membayangkan wajahnya digunakan dalam proses desain karakter tanpa sepengetahuan dirinya.
Sementara itu, pengacara Q'orianka Kilcher menilai tindakan tersebut bukan sekadar inspirasi kreatif, melainkan eksploitasi terhadap fitur wajah unik milik kliennya.
Hingga kini, perwakilan James Cameron disebut masih belum memberikan tanggapan resmi terkait gugatan tersebut, sebagaimana dilaporkan The Guardian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian