INDOZONE.ID - Ario Bayu antusias menyambut episode kedua dari film pendek “Sepenuhnya Indonesia”. Artis papan atas ini kembali hadir membawa cerita yang hangat dan dekat dengan keseharian masyarakat.
Pada episode pertamanya, Ario Bayu berhasil membuat penonton terpukau dengan perjalanan reflektifnya dalam film yang menggambarkan banyak kebiasaan orang Indonesia. Sementara di episode kedua, cerita berkembang dengan pendekatan yang lebih human-centric.
Penonton terasa lebih dekat masuk ke dalam gestur-gestur kecil penuh makna yang selama ini menjadi perekat bangsa, seperti sapaan hangat, uluran tangan tanpa pamrih, hingga keakraban tulus yang terjalin dalam kehidupan sehari-hari.
Potongan-potongan momen sederhana ini merangkai gambaran utuh tentang bagaimana nilai kebersamaan, kepercayaan, dan gotong royong terus hidup menjadi pondasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Pendekatan organik ini yang membentuk karakter Ario Bayu sebagai pemeran utama film pendek “Sepenuhnya Indonesia”. Perannya sangat hidup dan relate dengan kebiasaan orang Indonesia setiap harinya.
Selain itu, bagi aktor yang telah membintangi puluhan produksi layar lebar ini merasa bahwa keterlibatannya di film pendek yang tayang di YouTube McDonald’s mendapat pengalaman yang berbeda dari yang pernah ia jalani sebelumnya.
Dalam satu kesempatan, Ario Bayu menceritakan proses singkat saat produksi film pendek berdurasi 1 menit ini. Dalam prosesnya, kolaborasi ini menjadi sangat personal baginya.
“Saya tidak seperti sedang berakting, saya betul-betul merasakan sisi Indonesia yang saya ketahui melalui kebaikan, ketulusan, dan kehangatan orang-orang di sekitar kita yang sering kita anggap sepele,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta.
Ario Bayu di Film Sepenuhnya Indonesia. (Capture YouTube)
Ario juga mengungkap momen paling berkesan di sepanjang syuting. Ia sangat senang bisa berkenalan dengan Special Crew Teman Tuli McD yang menggunakan bahasa isyarat.
“Di momen itu, saya tidak hanya melihat cara berkomunikasi yang berbeda, tetapi juga merasakan ketulusan dan dedikasi yang begitu kuat,” bebernya.
Pengalaman ini, membuat Ario semakin bisa lebih mudah untuk membuka ruang yang inklusif. Sekaligus memberikan kesempatan yang setara bagi teman-teman dengan kebutuhan khusus.
“Semoga penonton merasakan kehangatan yang sama dan melihat bahwa kebaikan-kebaikan kecil inilah yang membuat Indonesia menjadi Indonesia,” ungkap Ario.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan