10 Fakta Menarik Film “Believe – The Ultimate Battle”: Film Laga Prajurit Terinspirasi Dari Tokoh Nyata
INDOZONE.ID - Satu lagi film Indonesia yang berani tampil beda berjudul 'Believe - The Ultimate Battle' siap tayang di layar lebar. Sebuah film bergenre laga perang yang mengangkat cerita dari buku biografi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Film 'Believe - The Ultimate Battle' sendiri merupakan film debut rumah produksi Bahagia Tanpa Drama yang mengangkat kisah sosok prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terlibat di peristiwa Timor Timur (kini disebut Timor Leste).
Deretan Fakta Menarik Film “Believe – The Ultimat Battle
Ada beberapa fakta menarik dari film 'Believe - The Ultimate Battle' yang terungkap saat Indozone menghadiri press conference di kawasan Senayan, Jakarta Selatan pada Jumat (18/7/2025) lalu. Berikut fakta-faktanya.
Baca juga: Cerita Ajil Dito yang Sudah Lama Pengin Main Film Action Akhirnya Terwujud Lewat Film 'Believe'
1. Disutradarai Dua Sosok Berbeda Gaya, Tapi Kompak di Lapangan
Disutradarai oleh Rahabi Mandra (drama) dan Arwin Tri Wardhana (aksi), film ini menjadi contoh keberhasilan kolaborasi dua gaya penyutradaraan. Produser Celerina Judisari (Ayie) sempat ragu pada awalnya:
“Tapi (ego) cuma muncul di awal pertemuan saja, karena ke sananya, ternyata dua-duanya enggak ego lah. Malah saling mengisi.”
Keduanya selalu berdampingan selama syuting dan menyepakati setiap adegan bersama.
“Kalau nanti di action ada yang kurang, diisi sama Kang Arwin; sama kalau di drama kurang, diisi sama Kang Abi,” jelas Ayie.
2. Proses Penulisan Cepat dan Kolaboratif
Skenario ditulis Rahabi dalam waktu hanya satu bulan, tapi sangat terbuka terhadap masukan.
“Saya pribadi mengandalkan umpan balik sebenarnya,” kata Rahabi.
Baca juga: Diangkat dari Kisah Nyata Biografi, Film 'Believe' Sajikan Adegan Perang yang Rumit
Masukan datang dari para aktor seperti Ajil Ditto dan Marthino Lio, karena skenario masih berkembang saat syuting dimulai.
3. Aktor Punya Ruang Ekspresi dalam Pengembangan Karakter
Para pemain diberi kebebasan untuk membentuk karakternya sendiri.
“Selalu aku butuh gimana sih ‘point of view’ aktor terhadap karakter mereka,” kata Arwin.
Selama bootcamp dan reading, Arwin dan Rahabi mendorong diskusi terbuka agar tiap karakter terasa lebih hidup.
4. Latihan Fisik Intens Anjil DItto dkk dan Cedera Nyata
Bagi aktor Ajil Ditto, ini debut film aksi yang menantang. Ia harus mengikuti pelatihan militer termasuk close quarter battle, penggunaan senjata, hingga sikap tubuh militer, hanya dalam waktu 45 hari.
“Saya cedera paha dan pinggang, padahal belum mulai adegan aksi. Tapi jadi pengalaman yang enggak bakal dilupain,” ungkap Ajil.
Press conference film 'Believe - The Ultimate Battle' di Plaza Senayan XXI. (INDOZONE/M Fadli)
5. Koreografi Aksi yang Meyakinkan untuk Pemain Non-Laga
Tim pengarah aksi Abah Dinar berhasil melatih aktor non-laga jadi tampak meyakinkan. Ajil secara khusus memuji kemampuan tim mengarahkan dirinya menjadi “kapten” yang tampak profesional di layar.
6. Drama Romantis yang Dibangun dengan Diskusi Personal
Kisah cinta antara Agus dan Evi (diperankan Adinda Thomas) jadi bagian emosional dari film. Chemistry mereka dibangun lewat komunikasi terbuka.
“Kami sudah menanyakan privasi dan batasan satu sama lain,” tutur Ajil.
“Kami banyak ngobrol buat membangun chemistry,” balas Adinda.
7. Film Sarat Nilai Kemanusiaan dan Kesetiaan
Film ini tak hanya menyajikan laga, tapi juga menyentuh tema keluarga dan kehilangan. Mulai dari kenangan tentang ayah dan kepergiannya, serta pasangan.
“Saya membayangkan seorang istri yang harus tabah menunggu kepulangan orang tercinta dari medan perang,” ungkap Adinda.
8. Lagu Tema Dinyanyikan Langsung oleh Tokoh Asli Cerita
Lagu “Cinta Sejati Takkan Mati” dibawakan oleh Jenderal Agus Subiyanto dan Pasha Ungu.
Lagu ini diciptakan oleh Badai, diaransemen Erwin Gutawa, dan diiringi Budapest Scoring Orchestra, menciptakan nuansa heroik dan emosional sekaligus.
9. Prestasi Internasional: Juara Sutradara Terbaik di Montreal
Film ini mendapat penghargaan Penyutradaraan Terbaik dalam Montreal International Film Festival 2025 dan akan tayang sebagai pembuka festival tersebut pada 22 Agustus 2025.
“Banyak yang anggap ‘Believe’ itu film komersial, bukan festival. Tapi ternyata bisa menang,” kata produser Celerina Judisari (Ayie).
10. Diperkenalkan di Cannes, Menuju Distribusi Global
Trailer film ini diperkenalkan di Marche du Film – Festival Film Cannes dan menarik minat mitra internasional.
“‘Believe’ berhasil menggandeng partner dari Berlin sebagai sales agent untuk distribusi di Amerika Utara dan Eropa,” kata Ayie.
Minat juga datang dari Malaysia, membuka peluang film ini untuk tayang di kawasan Asia Tenggara.
“Masa enggak bisa sih go international?” ucap Ayie optimis.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan