Bukan Sekadar Lawan Monster, 7 Episode di Serial Ultraman Paling Sedih yang Bikin Kamu Nangis!
INDOZONE.ID - Bagi banyak orang, Ultraman identik dengan pahlawan super raksasa yang datang ke Bumi untuk melawan monster (kaiju) perusak. Pertarungan epik, efek spesial ikonik, dan jurus pamungkas kerap menjadi hal yang paling diingat. Namun, di balik aksi heroiknya, franchise Ultraman selama puluhan tahun juga menghadirkan kisah-kisah mendalam, kompleks, dan tak jarang menyedihkan.
Episode-episode berikut membuktikan bahwa Ultraman bukan sekadar tontonan tentang kebaikan melawan kejahatan, tetapi juga cerminan tragedi, kehilangan, dan sisi gelap kemanusiaan. Melansir akun TikTok @medinime.id, berikut tujuh episode Ultraman yang dijamin menguras air mata.
Baca juga: Sutradara Zach Cregger Hadirkan Versi Baru Resident Evil dengan Cerita Segar
1. Ultraman (1966) Episode 23 – “Rumahku Adalah Bumi”
Mengisahkan seorang astronot yang terdampar di luar angkasa akibat kecelakaan teknis. Bukannya diselamatkan, pemerintah malah menutup-nutupi insiden demi menghindari skandal. Ditinggalkan dan dikhianati, sang astronot berevolusi menjadi monster bernama Jamila. Ia kembali ke Bumi bukan untuk pulang, tetapi membalaskan dendam pada manusia yang telah merenggut kemanusiaannya.
2. Ultraman Tiga (1996) Episode 27 – “Aku Melihat Obiko!”
Di balik wujudnya yang menakutkan, Obiko menyimpan luka mendalam. Ia meneror warga bukan karena jahat, melainkan karena marah dan sedih. Kampung halamannya yang dahulu indah kini hancur oleh keserakahan manusia, digantikan beton dan polusi. Obiko menjadi simbol alam yang kehilangan rumahnya.
3. Ultraman Gaia (1998) Episode 39 – “Rawa Kesedihan”
Sebuah kisah tragedi lengkap. Seorang ilmuwan di era Perang Dunia II dijadikan “tumbal” eksperimen militer hingga kehilangan wujud manusianya. Ia juga harus merelakan putra satu-satunya yang tewas akibat perang. Satu-satunya yang setia menemaninya hanyalah seorang sahabat lama, meski ia telah berubah menjadi monster.
4. Ultraman Cosmos (2001) Episode 11 – “Gerak! Monster”
Episode ini membuktikan bahwa kesedihan tak hanya milik manusia. Seekor monster purba terbangun dan kebingungan, ternyata ia hanya rindu pada anaknya. Namun, spesiesnya telah lama punah. Berkat kebaikan Ultraman Cosmos dan tim EYES, monster itu akhirnya bisa “bertemu” dengan arwah anaknya untuk terakhir kalinya.
5. Ultraman Cosmos (2001) Episode 57 – “Pintu Salju”
Kali ini bukan tentang monster, melainkan drama manusia. Seorang anggota tim EYES harus meninggalkan masa lalunya yang penuh kehangatan demi tugas sebagai pahlawan. Episode ini mengingatkan bahwa menjadi pahlawan sering berarti mengorbankan kebahagiaan pribadi.
6. Ultraman Max (2005) Episode 15 – “Keajaiban Planet Ketiga”
Mengisahkan seorang anak tunanetra yang bercita-cita menjadi musisi dan pelukis. Meski dunianya gelap, ia tak pernah putus asa berkat dukungan orang-orang di sekitarnya. Musik tulus yang ia mainkan bahkan mampu menenangkan monster yang tak bisa dihadapi Ultraman Max, hingga sang monster pergi dengan damai.
7. Ultraman Geed (2017) Episode 25 – “Simbol Geed”
Kisah penuh emosi tentang ayah dan anak. Ultraman Geed adalah putra dari Ultraman Belial, salah satu penjahat paling ikonik di franchise ini. Di episode terakhir, Geed tak hanya melawan ayahnya, tetapi juga berusaha menyelamatkan hati kecil Belial yang tersisa dari jeratan dendam dan penderitaan abadi.
Baca juga: Pilot Handal Hingga Ilmuwan Jenius: 8 Karakter Wanita Tercantik di Serial Ultraman, Siapa Favoritmu?
Dari ketujuh episode di atas, mana yang paling bikin kamu menangis?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tiktok.com/@medinime.id