INDOZONE.ID - Sekuel dari film aksi Nobody (2021) akhirnya hadir dengan gaya baru yang lebih gila dan berdarah. Disutradarai oleh Timo Tjahjanto, Nobody 2 masih menampilkan Bob Odenkirk sebagai Hutch Mansell — ayah rumahan yang punya masa lalu kelam sebagai pembunuh bayaran.
Tentunya sebagai penonton Indonesia, kehadiran Timo Tjahjanto sebagai sutradara merupakan kebanggaan tersendiri. Sutradara yang sempat merilis The Shadow's Stray di Netflix tersebut memang dikagumi oleh Bob Odenkirk. Kini keduanya berkolaborasi di film keduanya in.
Namun apakah film ini sudah sesuai ekspektasi dan bisa melampaui film pertamanya?
Sinopsis 'Nobody 2'
Film Nobody 2 melanjutkan kisah Hutch Mansell (Bob Odenkirk), yang sempat terjebak dalam utang besar sebesar 30 juta dolar kepada organisasi kejahatan. Ia menjalani berbagai misi penuh risiko untuk membayar utang tersebut, yang sayangnya semakin membuat hubungannya dengan istri, Becca (Connie Nielsen), dan anak-anaknya renggang
Suatu ketika, ia memutuskan membawa keluarga berlibur ke Wild Bill’s Majestic Midway and Waterpark di kota kecil Plummerville — tempat penuh kenangan masa kecil Hutch bersama adiknya, Harry (RZA).
Namun, liburan itu berubah menjadi mimpi buruk ketika mereka terjebak konflik dengan pengelola taman hiburan korup dan sheriff licik, termasuk bos kriminal Lendina (Sharon Stone), yang siap menghancurkan semuanya demi kekuasaan.
Review 'Nobody 2'
Timo Tjahjanto dikenal dengan aksi brutal dan koreografi yang over-the-top. Adegan baku hantam di taman bermain dan tembak-menembak di lokasi absurd tetap jadi daya tarik utama.
Dereta adegan laga yang brutal dan segar—misalnya perkelahian di water park atau di lift—yang tetap terasa kreatif dan menghibur, meski penuh darah.
Bob Odenkirk masih mampu menunjukkan sisi manusiawi dari karakter Hutch. Ekspresi wajah dan kebimbangannya terasa nyata, dan jadi titik emosional film ini.
Ia menghadirkan konflik batin Hutch dengan ekspresi wajah yang tajam—bimbang antara menjadi ayah penyayang atau pembunuh ulung. Hal ini membawa kedalaman emosional meski filmnya sendiri lebih ringan.
Baca juga: Film Action Terbaru 2025 "Nobody 2" Rilis Trailer, Disutradarai Sineas Indonesia Timo Tjahjanto
Sebagai villain utama, Sharon Stone tampil gila dan sadis, tapi tetap menghibur. Gaya “campy”-nya justru memberi warna segar di tengah kekacauan film. Meski cuka sekejap, tapi kesan gilanya sudah didapat meski kurang mendalam.
Setting lokasi seperti taman hiburan tua, musik pop klasik, dan tambahan seekor anjing lucu jadi elemen nostalgia yang menarik perhatian — meski sedikit kontras dengan kekerasan film.
Sayangnya, film ini hanya mengulang formula lama tanpa perkembangan berarti. Aksi boleh seru, tapi cerita jadi terasa datar dan mudah dilupakan.
Usaha mencampur kekerasan ekstrem dengan dark comedy kadang terasa canggung. Beberapa momen lucu justru mengganggu tensi adegan aksi.
Nama-nama besar seperti RZA dan Christopher Lloyd muncul kembali, tapi tak diberi ruang berkembang. Rasanya sayang, mengingat potensi mereka sangat besar. Keduanya terasa seperti tempelan, tidak sekuat saat Christoper Lloyd main di film pertama.
Baca juga: Revisi UU Hak Cipta Diharapkan Beri Kepastian Hukum soal Royalti
Jika film pertama terasa segar dan penuh kejutan, sekuel ini dianggap "lebih heboh, tapi kurang menyentuh. Beberapa media bahkan menyebutnya sebagai versi ringan dari John Wick, tapi tanpa bobot emosional.
'Nobody 2' cocok buat kamu yang ingin tontonan penuh aksi brutal dan humor hitam tanpa terlalu memikirkan alur cerita. Bob Odenkirk tetap memukau, dan gaya penyutradaraan Timo Tjahjanto memberikan warna baru. Tapi jika kamu berharap cerita yang kuat dan emosional seperti film pertamanya, sekuel ini mungkin terasa kurang memuaskan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan