Kamis, 11 SEPTEMBER 2025 • 15:52 WIB

Dukung Palestina, Ribuan Insan Perfilman Berikrar Tolak Kerjasama dengan Industri Film Israel

Author

Ikrar Film Workers For Palestine. (X/GilaFilmID)

INDOZONE.ID - Lebih dari 3.900 insan perfilman internasional—terdiri dari aktor, sutradara, penulis, produser, dan pekerja film lainnya—telah menandatangani sebuah ikrar publik untuk memboikot institusi perfilman Israel yang mereka anggap terlibat dalam genosida dan sistem apartheid terhadap rakyat Palestina

Ikrar ini, yang diprakarsai oleh kelompok Film Workers for Palestine, merupakan bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza dan tanggapan langsung terhadap seruan dari para pembuat film Palestina yang meminta komunitas film global untuk tidak tinggal diam terhadap kekerasan dan penjajahan yang berlangsung.

Dalam pernyataan mereka, para penandatangan menyebutkan bahwa dunia perfilman memiliki kekuatan besar dalam membentuk persepsi publik, dan karena itu mereka tidak ingin karya-karya mereka digunakan untuk “memutihkan” kekejaman atau menjadi bagian dari sistem yang membenarkan penindasan. 

Mereka berkolmitmen untuk tidak menayangkan film, menghadiri festival, bekerja sama dengan penyiar, produser, atau institusi perfilman Israel ainnya yang memiliki hubungan langsung dengan pemerintah Israel atau mendukung kebijakan negara yang represif terhadap Palestina. 

Baca juga: Australia Diguncang Aksi Massa Pro-Palestina Usai Ahli PBB Resmi Nyatakan Gaza dan Sekitarnya Alami Kelaparan

Meskipun demikian, ikrar ini tidak menargetkan individu warga negara Israel, melainkan institusi yang dianggap "komplicit" atau turut berperan dalam menormalisasi pelanggaran hak asasi manusia.

Sejumlah nama besar dalam industri film dunia turut mendukung dan menandatangani ikrar ini. Di antara mereka adalah sutradara pemenang penghargaan seperti Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Asif Kapadia, Boots Riley, dan Joshua Oppenheimer, yang dikenal lewat film dokumenter “The Act of Killing” dan “The Look of Silence” yang membongkar kekerasan politik. 

Nama-nama penting lainnya dari dunia penyutradaraan dan penulisan skenario yang juga ikut menandatangani termasuk James Schamus, Jonathan Glazer, Payal Kapadia, dan Alfonso Cuarón, yang menjadi produser eksekutif film dokumenter tentang Gaza yang tayang di Festival Film Venesia.

Dari kalangan aktor dan aktris, ikrar ini mendapat dukungan luas dari tokoh-tokoh ternama seperti Olivia Colman, Mark Ruffalo, Tilda Swinton, Javier Bardem, Ayo Edebiri, Riz Ahmed, Josh O’Connor, Cynthia Nixon, Julie Christie, Ilana Glazer, Rebecca Hall, Aimee Lou Wood, dan Debra Winger. 

Seiring meningkatnya jumlah tanda tangan, bergabung pula nama-nama besar lain seperti Joaquin Phoenix, Rooney Mara, Emma Stone, Peter Sarsgaard, Lily Gladstone, Nicola Coughlan, Harris Dickinson, Bowen Yang, Guy Pearce, Ebon Moss-Bachrach, Fisher Stevens, Abbi Jacobson, Eric Andre, Elliot Page, dan Emma D’Arcy.

Baca juga: Global Sumud Berlayar dari Barcelona, Tantang Blokade Israel di Gaza

 Beberapa dari mereka sebelumnya juga menandatangani surat terbuka mengecam diamnya industri film Hollywood terhadap agresi Israel di Gaza, bersama nama-nama seperti Pedro Pascal, Ralph Fiennes, dan Guillermo del Toro.

Salah satu penandatangan, penulis skenario Inggris David Farr, yang juga merupakan keturunan penyintas Holocaust, mengatakan bahwa ia merasa “marah dan kecewa” dengan tindakan negara Israel yang selama puluhan tahun telah menerapkan sistem apartheid terhadap rakyat Palestina, dan kini, menurutnya, sedang melakukan genosida terbuka di Gaza.

Ia menyebut bahwa, sebagaimana boikot budaya pernah memainkan peran penting dalam mengakhiri apartheid di Afrika Selatan, langkah ini pun diyakini dapat memberikan dampak besar dalam mendukung keadilan bagi Palestina.

Ikrar ini juga dilengkapi dengan dokumen FAQ (Frequently Asked Questions) yang menjelaskan secara rinci lembaga mana saja yang dianggap terlibat, seperti festival-festival film besar di Israel—termasuk Jerusalem Film Festival, Haifa International Film Festival, Docaviv, dan TLVFest—karena menjalin kerja sama langsung dengan pemerintah Israel. 

Meski begitu, kelompok ini menyatakan bahwa ada beberapa institusi perfilman Israel yang tidak terlibat secara langsung dalam pelanggaran dan masih dapat diajak bekerja sama, asalkan mereka mendukung penuh hak-hak rakyat Palestina sesuai dengan standar hukum internasional.

Sebagai tanggapan, Asosiasi Produser Israel menyatakan bahwa pemboikotan ini menyasar pihak yang salah. Mereka mengklaim bahwa para seniman dan kreator di Israel justru menjadi jembatan untuk memperkenalkan narasi yang kompleks, termasuk suara-suara Palestina, dan bahwa pemboikotan ini bisa mematikan ruang dialog dan kolaborasi yang selama ini menjadi jalan menuju perdamaian.

Namun, bagi para penandatangan ikrar, posisi tersebut dianggap tidak cukup. Mereka menilai bahwa selama institusi film tetap menjadi bagian dari sistem yang mendukung kekerasan dan penjajahan, maka keterlibatan apa pun di dalamnya hanya akan memperpanjang penderitaan. Bagi mereka, keheningan adalah bentuk keterlibatan pasif, dan dalam situasi genting seperti ini, tidak ada ruang untuk netralitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Guardian

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU