INDOZONE.ID - Tak seperti biasanya, suasana di ruang tunggu Cinema XXI Solo Paragon dipenuhi para ABG yang berteriak histeris memanggil sejumlah artis pemeran film Sosok Ketiga: Lintrik (SKL) saat gala premier belum dimulai pada Senin (4/11/2025).
“Halo, Kak Luna! Kak Andin! Kak Aulia! Kak Kori! Selamat datang di Solo!” teriak sejumlah ABG histeris sambil merekam menggunakan ponsel mereka.
Para artis pendukung film Sosok Ketiga: Lintrik tersebut antara lain Luna Maya, Aulia Sarah, Adinda Thomas, dan Saputra Kori.
Meskipun dikawal ketat oleh sejumlah petugas keamanan, para pemain film SKL tetap ramah, tersenyum, dan melambaikan tangan ke arah para penggemar.
Baca juga: Atiqah Hasiholan Tak Takut Stereotipe, Total Perankan Dukun Pelet di “Sosok Ketiga: Lintrik”
Film Sosok Ketiga: Lintrik bergenre horor-drama yang dibalut dengan budaya Jawa. Ceritanya mengisahkan tentang pernikahan Andin (Adinda Thomas) yang setelah enam bulan mulai merasakan berbagai keanehan dalam rumah tangganya.
Sejak awal, Pakde Bagyo (Nugie) sudah mencurigai pernikahan tersebut karena terlihat terburu-buru. Bersama Amara (Adzwa Aurel) adik Andin yang juga mewarisi ilmu karuhunan, ia sering melihat tanda-tanda ganjil yang mengusik.
Dugaan mereka terbukti benar ketika terungkap bahwa Aryo (Wafda Saifan), suami Andin, ternyata memiliki hubungan spesial dengan Naura (Aulia Sarah), seorang wanita kaya di kota tempat mereka tinggal.
Naura berusaha merebut Aryo sepenuhnya dari Andin dengan menggunakan ilmu pelet Lintrik, sebuah kekuatan mistis berbahaya yang menyeret Andin dan keluarganya ke dalam teror gaib tak berkesudahan.
Dalam media gathering dan konferensi pers di Istana Batik Keris Solo, Purwosari, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Produser Film SKL Agung Saputra mengatakan bahwa film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.
“Pemutaran SKL di Solo Paragon merupakan gala premier. Kami mohon teman-teman media untuk mereview dan menayangkan di media masing-masing. Semoga Solo menjadi kota yang keren,” katanya.
Menurut Agung, film SKL merupakan produksi lanjutan setelah Sosok Ketiga, yang sebelumnya sudah tayang dan ditonton lebih dari 1,1 juta penonton. Karena mendapat sambutan positif, ia membuat sekuelnya. Namun, SKL kali ini merupakan stand alone sehingga ceritanya berdiri sendiri.
Agung juga menjelaskan bahwa ide awal cerita Lintrik didapat saat ia berkunjung ke Banyuwangi. Ia menanyakan kepada temannya tentang hal-hal mistis khas daerah tersebut yang bisa diangkat menjadi film. Dari situ, ia mendapat jawaban bahwa di Banyuwangi banyak dikenal dukun lintrik seperti aji puter giling.
“Kalau suaminya nggak pulang, biar bisa pulang maka dilintrik. Ditolak pacar pun bisa dilintrik. Wah, ini menarik! Seluruh Indonesia pasti tahu puter giling, tapi kalau lintrik belum tentu tahu,” ujar Agung.
Agung kemudian datang menemui seorang dukun lintrik dan sempat kaget karena di atas piring terdapat banyak foto orang yang sudah ‘dilintrik’.
Ia pun mengajak penulis naskah Fidya T. Ariestya untuk membuat film berjudul Lintrik. Fidya melakukan riset terlebih dahulu, dan akhirnya lahirlah film SKL.
Film ini tidak hanya menyuguhkan hal-hal medeni (menakutkan), tetapi juga mengandung unsur komedi, horor, dan drama. “Pokoknya gado-gado. Saat menonton, rasanya seperti naik roller coaster, bukan hanya menakut-nakuti,” ujar Agung.
Ia menambahkan, “Penonton yang keluar dari bioskop pasti merasakan emosi campur aduk, bahkan merasa bahagia. Pesan yang ingin kami sampaikan adalah jangan cepat menyimpulkan sesuatu, karena kenyataannya bisa berbeda dari yang kita pikirkan.”
Produser Eksekutif film SKL, Luna Maya, menyambut baik pemutaran perdana film di Kota Solo dan berharap warga semakin antusias menonton film Indonesia.
“Mudah-mudahan Kota Solo menjadi salah satu pelopor dengan bioskop paling ramai. Di tengah kondisi perfilman kita yang sedang lesu, semoga dengan penayangan Lintrik ini jumlah penonton bisa meningkat kembali,” ungkap Luna Maya.
Ia juga berharap film Indonesia kembali berjaya, dan Sosok Ketiga: Lintrik bisa menjadi pemicu semangat bagi penonton untuk kembali menyerbu bioskop.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release