INDOZONE.ID - Jakarta kembali menjadi saksi hadirnya film bertema kemanusiaan yang menyentuh hati lewat pemutaran spesial The Voice of Hind Rajab di CGV Grand Indonesia. KlikFilm menghadirkan karya ini dalam gelaran terbatas, mempertemukan para pecinta film dengan kisah yang telah mengguncang dunia.
Sejumlah tokoh publik tampak hadir memberikan dukungan, mulai dari aktor Dude Herlino, sutradara Fajar Bustomi hingga mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang menyatakan apresiasi terhadap film yang menyuarakan tragedi kemanusiaan di Gaza.
Kisah yang diangkat bukan sekadar drama fiktif, melainkan tragedi nyata yang terjadi pada tahun 2024. Film ini mengisahkan Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 6 tahun yang kehilangan enam anggota keluarganya dalam serangan Israel saat mereka berusaha mengungsi dari wilayah konflik.
Hind ditemukan terjebak seorang diri di dalam mobil, sementara suara tembakan tidak pernah berhenti menghantui. Momen pertarungan hidup dan mati tersebut kemudian terdokumentasi lewat komunikasi yang ia lakukan dengan relawan Bulan Sabit Merah Palestina.
Baca juga: Kunjungi Gaza, Chiki Fawzi Bagikan Pengalaman Melihat Lapangan di 'Indonesia Punya Kamu'
Sutradara Kaouther Ben Hania, sineas wanita yang telah meraih berbagai penghargaan internasional, mengambil pendekatan berbeda dalam menyampaikan tragedi ini. Ia menggunakan rekaman audio asli percakapan antara Hind dan petugas penyelamat sebagai pusat narasi. Keberanian itu menjadikan film bukan hanya sebagai tontonan, melainkan pengalaman emosional, karena penonton seakan berada di sisi Hind dan mendengar ketakutannya secara langsung.
Melalui suara polos seorang anak yang terus berharap datangnya bantuan meskipun situasi semakin tidak pasti, film ini menyampaikan pesan universal bahwa tidak ada satu pun anak di dunia yang layak menjadi korban kebrutalan perang. Tanpa adegan berlebihan, The Voice of Hind Rajab menciptakan keheningan panjang di ruang bioskop karena penonton menghadapi kenyataan yang sulit diterima: bahwa tragedi ini benar-benar terjadi.
Prestasi film ini di panggung internasional turut menjadi sorotan. The Voice of Hind Rajab sukses meraih penghargaan Silver Lion di Festival Film Venesia dan mendapatkan standing ovation terlama dalam sejarah festival selama 23 menit. Tak berhenti di situ, film ini juga masuk nominasi European Film Award untuk kategori Best European Film serta telah dipilih sebagai wakil Tunisia di ajang Oscar 2026 untuk kategori Best International Feature Film.
Baca juga: Wanda Hamidah Kecam Anies Baswedan Usai Rumahnya Dirusak: Gubernur Zalim!
Anies Baswedan yang hadir menyaksikan tayangan perdana film tersebut menyebut, film ini merupakan simbol perlawanan terhadap pembiaran terhadap aksi kekeraaan di Palestina. Baginya, ini merupakan bukti nyata tentang keberanian untuk menyuarakan kebenaran.
"Film ini hanya bicara tentang kesaksian. Kesaksian tentang keberanian untuk tetap mendengar di saat begitu banyak memilih untuk diam dan mendiamkan," ujar Anies Baswedan.
Di balik kesuksesan tersebut, film ini berdiri melalui dukungan kolaboratif para produser dunia. Nadim Cheikhrouha, Odessa Rae, dan James Wilson menjadi produser utama, sementara jajaran produser eksekutifnya menghadirkan nama-nama besar Hollywood seperti Brad Pitt, Rooney Mara, Joaquin Phoenix, Alfonso Cuarón, hingga Jonathan Glazer. Kolaborasi lintas negara dan lintas budaya ini semakin menegaskan bahwa tragedi yang dialami seorang anak di Gaza bukan hanya isu regional, tetapi kepedihan kemanusiaan global.
Direktur KlikFilm, Frederica, memastikan bahwa kehadiran film ini di Indonesia didasarkan pada empati, bukan semata program pemutaran biasa. Ia menegaskan dalam pernyataannya, “Ini bukan hanya sebuah film. Ini adalah panggilan nurani, untuk membuka mata terhadap realitas di Gaza, melalui suara seorang anak yang tak lagi bisa bersuara. Kami dengan senang hati menghadirkan film ini di Indonesia.”
Pemutaran terbatas di Jakarta hanya menjadi pembuka sebelum film ini ditayangkan secara reguler di jaringan bioskop seluruh Indonesia mulai 26 November 2025. Antusiasme penonton pada penayangan perdana menjadi indikator kuat bahwa masyarakat tidak hanya mencari hiburan, tetapi juga ingin memahami perspektif kemanusiaan dari konflik yang selama ini hanya terlihat melalui berita.
The Voice of Hind Rajab menawarkan pengalaman menonton yang tidak berakhir di bioskop. Film ini mengajak penonton pulang dengan renungan, kesadaran dan pertanyaan besar tentang masa depan anak-anak di wilayah konflik. Melalui kisah Hind, penonton dipaksa menerima bahwa perang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi masa kecil, harapan, dan mimpi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan