INDOZONE.ID - Berbagai film dan serial Asia Tenggara di Netflix terus menjangkau penonton dengan lebih luas. Jam tayang global konten Asia Tenggara tumbuh hampir 50 persen pada tahun 2023 hingga 2024, dan judul-judul dari kawasan tersebut mendapatkan penggemar dari seluruh dunia.
Hingga saat ini ada lebih dari 100 judul Asia Tenggara yang telah muncul di Daftar Top 10 Global Netflix—dan lebih dari 40 di antaranya masuk ke dalam daftar tersebut pada tahun 2025 ini. Judul-judul dari kawasan ini juga masuk dalam daftar Top 10 di lebih dari 80 negara pada tahun ini.
Netflix juga menyelenggarakan musim kedua Reel Life Camp (program pelatihan produksi langsung) yang berlangsung sukses dan lokakarya fotografi unit still pertama yang akan membantu para fotografer lokal menjalani peran kreatif baru dengan percaya diri.
Malobika Banerji, Senior Director, Content - SEA di Netflix, memaparkan: “Meskipun dunia streaming telah berubah, dukungan kami untuk kawasan ini tetap konsisten—dan dengan bangga bersifat lokal. Komitmen kami pun bukan hanya kepada para kreator yang sudah menjadi sorotan. Kami juga sangat peduli kepada mereka yang masih membentuk jati diri—generasi pembuat film, pencipta kisah, dan kru selanjutnya yang akan membentuk masa depan kawasan ini.”
Baca juga: 10+ Film Terbaru Bulan Desember 2025 di Bioskop dan Netflix
Pendiri & Direktur Eksekutif JAFF Ifa Isfansyah mengatakan: “Saya merasa terhormat JAFF menjadi festival film selanjutnya yang menyelenggarakan Creative Asia, setelah pertama kali diluncurkan di BIFF pada tahun 2024.
Sungguh berarti bahwa Netflix, BIFF, dan JAFF memiliki visi yang sama: mengembangkan sinema Asia sebagai cerminan masyarakat yang dinamis dan bersemangat di kawasan kami. Seiring dengan semakin meningkatnya pengakuan global terhadap kreativitas Asia, saya sangat antusias melihat inisiatif-inisiatif semacam ini berakar dan berkembang.”
Sesi-sesi Creative Asia meliputi:
Percakapan antara sesama kreator: Joko Anwar (Nightmares and Daydreams) dan Erik Matti (BuyBust) berbicara blak-blakan tentang menghadapi risiko kreatif, kekhasan budaya, dan evolusi penceritaan genre Asia Tenggara.
Gelombang zombie Asia Tenggara: Menyusul kemunculan film-film zombie dari kawasan ini selama satu tahun terakhir, Netflix mengundang Kulp Kaljareuk (Ziam), Carlo Ledesma (Outside), dan Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya) untuk berbagi tentang bagaimana genre ini terbentuk secara unik dan berbeda-beda di Asia Tenggara, mulai dari komentar sosial hingga menciptakan dunia yang terinspirasi dari cerita rakyat.
Abadi Nan Jaya baru-baru ini menduduki peringkat #1 di antara film-film non-Inggris secara global selama dua minggu berturut-turut dan masuk Top 10 di 75 negara.
Pelatihan produksi: Tim-tim regional Netflix menyajikan pandangan praktis kepada para kreator baru tentang bagaimana mewujudkan cerita dari konsep ke layar—meliputi pengembangan, produksi fisik, dan realitas bekerja di lokasi syuting berskala internasional.
Menghadirkan Materi Industri bagi Bakat-bakat Baru
Setelah Reel Life Film Camp pertama berlangsung sangat sukses di JAFF tahun lalu, Netflix menyelenggarakan edisi kedua pelatihan tersebut di JAFF minggu ini. Pertama diadakan di Asia Tenggara pada 2023 dan didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity, Reel Life merupakan inisiatif pelatihan praktis yang dirancang bersama para pakar industri lokal untuk membantu mempersiapkan calon praktisi film memasuki dunia profesional di industri.
Dalam dua kali penyelenggaraan ini, Netflix menerima lebih dari 800 aplikasi dan mengajak hampir 100 peserta terlibat dalam pelatihan intensif secara daring, tatap muka, dan di tempat kerja.
Para peserta mengikuti lokakarya daring dan tatap muka tentang produksi, pascaproduksi, efek visual, penyuntingan, dan penulisan skenario; serta sesi jejaring bakat khusus. Bekerja sama dengan Soda Machine Films, Netflix juga menyelenggarakan edisi kedua Screenwriters Fellowship yang berfokus pada pencarian bakat penulisan skenario baru.
Berinvestasi dalam Babak Baru Penceritaan Asia Tenggara
Netflix membagikan cuplikan eksklusif berbagai tayangan Asia Tenggara yang akan datang di JAFF, termasuk nukilan di balik layar dari remake drama periode populer Thailand yang sangat dinantikan, Ploeng Phra Nang. Erik Matti mengonfirmasi bahwa serial Filipina terbarunya, BuyBust: The Undesirables, akan tayang tahun depan.
Terakhir, Netflix mengumumkan kerja sama khusus dengan penulis ternama Dee Lestari untuk mengadaptasi tiga novelnya (Rapijali, Aroma Karsa, dan Perahu Kertas) menjadi serial orisinal. Novel-novel Dee akan diadaptasi oleh sineas perempuan terbaik Indonesia—Rapijali akan disutradarai oleh Sabrina Rochelle dan Aroma Karsa oleh Kamila Andini.
Netflix juga mengadakan pemutaran global perdana Lupa Daratan, film Indonesia terbaru karya penulis-komedian Ernest Prakasa, yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang hangat dengan penonton. Film ini mengisahkan seorang aktor peraih penghargaan dengan ego yang luar biasa dan mendadak kehilangan kemampuan berakting tepat saat ia akan memerankan karakter Presiden Indonesia
Rangkaian program, pengumuman, dan acara yang didukung Netflix di JAFF ini menegaskan kembali komitmen kami bagi Asia Tenggara.
Malobika menambahkan, "Kami memandang Asia Tenggara sebagai pusat kekuatan kreatif sejati—berani, beragam, dan sepenuh hati. Kami sungguh merasa terhormat dapat berdiri di samping Anda saat kita bersama-sama membentuk babak baru dalam bercerita."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Netflix Indonesia