INDOZONE.ID - Pemenang Oscar sekaligus sutradara Avatar: Fire and Ash, James Cameron, menyebut bahwa film Netflix tidak seharusnya masuk nominasi Oscar.
Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara dengan Matthew Belloni di podcast The Town with Matthew Belloni.
Cameron menegaskan bahwa hanya film yang diproduksi untuk penayangan di bioskop yang layak bersaing di Academy Awards, bukan film yang dirilis terutama melalui platform streaming.
Baca juga: Hukuman Nikita Mirzani Diperberat Jadi 6 tahun Penjara di Tingkat Banding
Menurut James, standar Oscar seharusnya tetap menjunjung pengalaman menonton di layar lebar, bukan sekadar mengejar syarat administratif untuk mendapat nominasi.
Pernyataan tegas ini muncul di tengah upaya Netflix meraih legitimasi industri melalui kemenangan Oscar, meskipun platform tersebut telah mengantongi 10 nominasi sejak 2019 namun tidak ada satu pun yang berhasil membawa pulang piala utama.
Dalam kesempatan tersebut, James juga menanggapi kabar rencana Netflix mengakuisisi Warner Bros. Ia mengatakan bahwa jika kesepakatan itu terjadi, dampaknya akan buruk bagi industri perfilman.
Baca juga: Golden Globes Awards Rilis Deretan Nominasi, Film "One Battle After Another" Sabet 9 Kategori
“Netflix akan menjadi bencana. Maaf, Ted (CEO Netflix Ted Sarandos), tapi ya ampun,” ujarnya.
James mengkritik keras pendekatan Netflix yang hanya menayangkan film di bioskop selama satu minggu atau sepuluh hari sekadar untuk memenuhi syarat Oscar. Menurutnya, praktik tersebut adalah strategi yang “busuk dari akar” dan menodai makna Oscar itu sendiri.
Cameron berpendapat bahwa Netflix baru pantas bersaing di Oscar jika berani menayangkan film secara luas di setidaknya 2.000 bioskop selama satu bulan penuh. Namun, harapan itu tampaknya kecil karena Ted Sarandos baru-baru ini menyebut pengalaman menonton film di bioskop sebagai “gagasan yang sudah ketinggalan zaman”.
Baca juga: NCT Doyoung dan Jungwoo Mulai Wajib Militer Hari Ini
Sulit untuk tidak sejalan dengan James Cameron, mengingat industri bioskop di seluruh dunia memang mengalami penurunan signifikan akibat dominasi platform streaming, terutama setelah pandemi COVID-19.
Di satu sisi, Netflix patut diapresiasi karena memberi ruang bagi proyek film yang kerap ditolak studio besar dan memberikan kebebasan penuh bagi para sutradara. Namun, calon peraih penghargaan dari Netflix umumnya hanya menikmati penayangan terbatas sebelum dipindahkan secara cepat ke platform digital.
Baca juga: Anime My Hero Academia Tamat Setelah Hampir 10 Tahun, Apa yang Terjadi di Episode Penutup?
Kontrasnya kualitas pengalaman menonton terlihat jelas pada film Frankenstein karya Guillermo del Toro.
Banyak penonton sepakat bahwa menonton film tersebut, bahkan melalui sistem home theatre paling canggih, tetap tidak sebanding dengan atmosfer layar lebar dan kehangatan interaksi antarpenonton di bioskop.
Tahun ini, Netflix akan mengandalkan Frankenstein, Train Dreams, dan Jay Kelly sebagai kandidat penghargaan. Namun, film-film tersebut tetap hanya memperoleh perilisan terbatas. Terlepas dari strategi tersebut, Netflix masih berharap agar film mereka dianggap setara dengan film-film yang melewati jalur rilis bioskop.
Baca juga: 5 Alasan Wajib Nonton 'Pro Bono', Drakor Hukum Komedi yang Langsung Melejit di Episode 2
Sejak 2019, Netflix telah mengantarkan sejumlah film masuk nominasi Best Picture di Oscar, termasuk Roma, The Irishman, Marriage Story, Mank, Don’t Look Up, hingga Emilia Pérez. Meski demikian, tidak satu pun ada yang memenangkan penghargaan utama tersebut, meskipun Alfonso Cuarón dan Jane Campion berhasil membawa pulang piala Best Director.
Di sisi lain, film-film karya Cameron sendiri telah memperoleh banyak kemenangan Oscar, termasuk tiga piala untuk Titanic (1998) dan tiga untuk Avatar (2010). Saat ini, Avatar: Fire and Ash dijadwalkan tayang perdana di Dolby Theatre, Hollywood, pada 1 Desember, sebelum diluncurkan di bioskop Eropa pada 17 Desember. Dua film lanjutan Avatar diproyeksikan hadir pada 2029 dan 2031.
Baca juga: MHA Season 8 Bisa Jadi “Perbaikan” Ending Manga, Kenapa Fans Masih Punya Harapan?
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Netflix terkait pernyataan Cameron. Perdebatan mengenai apakah film streaming layak bersaing di Oscar tampaknya masih akan berlanjut, seiring perubahan besar dalam cara masyarakat menikmati film.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Awardsdaily.co