Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 09:41 WIB

Film 'Sore: Istri dari Masa Depan' Direview Kritikus Film Internasional, Ini Poin Kritiknya

Author

Film Sore: Istri Dari Masa Depan' masuk FFI 2025. (ANTARA)

INDOZONE.ID - Penyelenggara Oscar baru saja mengumumkan shortlist mereka di 12 kategori termasuk Best International Feature untuk tahun 2026. 

Shortlist merupakan daftar film yang dicalonkan akan berpartisipasi sebagai nominasi di masing-masing kategori. 

Tahun ini, Indonesia mengirimkan film "Sore: Istri dari Masa Depan", namun sayangnya tidak lolos ke daftar 15 besar.

Setelah pengumuman ini, media besar Variety merilis artikel yang mereview film karya Yandy Laurens ini. 

Baca juga: Siap Merinding? Ini 10 Film Horor Indonesia Desember 2025, Tayang di Bioskop dan Netflix!

Artikel ditulis oleh Murtada Elfadl, seorang kritikus senior asal Sudan yang juga merupakan voting member untuk penghargaan Golden Globes. 

Berdasarkan apa yang ditulis oleh Murtada, konsep film andalan Indonesia ini terlalu bertumpu pada pengulangan atau time-loop. 

Cerita yang repetitif tersebut membuat esensinya jadi berkurang. 

Perkembangan hubungan antara karakter Sore (Sheila Dara) dan Jonathan (Dion Wiyoko) tidak terlalu signifikan sepanjang film. 

Sedangkan penonton tidak diberi tahu hal apa yang membuat dua karakter ini bisa terikat menembus ruang dan waktu. 

Baca juga: 7 Film Indonesia Paling Banyak Ditonton Sepanjang Tahun 2025: 'Jumbo' Mendominasi!

Meskipun tertulis kritikan demi kritikan, penulis tetap mengapresiasi performance Sheila Dara di film ini. 

Dara dianggap berhasil menyampaikan karakter yang terasa fantasi tetapi juga sekaligus sebagai manusia biasa. 

Artikel ini menjadi viral di sosial media terutama di X. Lewat akun @FilmIndoSource yang membagikan link artikel tersebut, berbagai komentar bermunculan. 

Banyak yang setuju dengan hal-hal yang dikritik tetapi ada juga yang tidak setuju. 

Namun, banyak juga yang menyorot bagaimana kritikan yang cukup pedas harus bisa diterima dengan baik.

Meskipun hanya satu artikel, tetapi review dari perspektif orang luar memang dibutuhkan. 

Baca juga: Alasan Avatar: Fire and Ash Wajib Ditonton, Visual Spektakuler dan Konflik Klan Na’vi yang Menegangkan

Industri perfilman Indonesia berulang kali mencoba untuk menembus acara-acara penghargaan bergengsi seperti Oscar. 

Bisa saja artikel ini menjadi salah satu batu loncatan untuk para pelaku perfilman Indonesia menjadi lebih terarah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Variety

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU