INDOZONE.ID - Sepanjang tahun 2025, ada banyak film sci-fi (fiksi ilmiah) tayang di bioskop. Film dengan konsep sains, luar angkasa, dan teknologi ini jadi salah satu genre yang paling dinantikan penonton.
Meski begitu, tak semua film dengan genre ini meraih kesuksesan. Ada banyak film sci-fi justru gagal total di pasaran.
Potensi besar genre ini seolah kembali disia-siakan lewat film-film blockbuster setengah matang, proyek murahan, hingga upaya meniru film populer lainnya.
Dalam artikel ini. Indozone merangkum 10 film asci-fi paling buruk atau mengecewakan sepanjang 2025.
1. War of the Worlds (2025)
Film adaptasi novel klasik karya H.G. Wells ini melenceng dari esensi cerita aslinya.
Baca juga: Film Sci-fi “Pelangi Di Mars” Bakal Tayang di Libur Lebaran 2026.
Alih-alih menghadirkan ketegangan dan pesan kuat, film ini justru dipenuhi editing berantakan, akting kaku, serta penempatan iklan produk yang terasa dipaksakan dan mengganggu.
2. Predator: Wastelands
Tahun 2025, Predator: Wastelands muncul sebagai film sci-fi paling mengecewakan. Film dengan budget murah ini terang-terangan meniru Predator: Badlands.
Efek visual pada film ini seadanya, fokus berlebihan pada karakter manusia yang generik, minim aksi, dan sama sekali tak punya identitas sendiri.
3. Run
Run adalah contoh film sci-fi thriller dengan budget murah yang terasa seperti lelucon. Desain alien yang absurd, karakter-karakter tanpa logika, serta adegan aksi yang konyol membuat film ini sulit ditonton dengan serius.
Cerita invasi alien yang seharusnya menegangkan justru gagal karena eksekusi yang sangat buruk.
4. Star Trek: Section 31
Waralaba Star Trek memang naik turun. Tapi Star Trek: Section 31 bisa dibilang sebagai salah satu titik terendah waralaba ini.
Alih-alih memperkaya semesta cerita, film ini justru merusak nilai dan filosofi yang selama ini melekat pada waralaba tersebut.
5. The Electric State
Sebagai salah satu film termahal sepanjang masa dan proyek ambisius Netflix, The Electric State membuktikan bahwa anggaran besar tak selalu menjamin kualitas.
Harusnya film ini punya cerita yang kuat karena membawa konsep distopia, di mana manusia dan robot hidup berdampingan.
Sayangnya, film ini hanya menyentuh permukaan dan memilih kisah keluarga paling generik. Tanpa semangat dan keberanian kreatif, film berdurasi dua jam ini terasa membosankan.
6. TRON: Ares
Waralaba Tron dikenal lewat dunia digital unik dan visual inovatif. Namun Tron: Ares justru minim eksplorasi dunia digital dan tampil dengan visual yang terasa biasa saja.
Film ini lebih sibuk memamerkan nostalgia murahan, romansa dipaksakan, dan penjahat yang tak meyakinkan.
7. The Great Flood
Netflix selama ini sukses dengan film dan serial Korea Selatan, namun The Great Flood justru gagal memenuhi ekspektasi.
Masalah utama dalam film ini adalah ceritanya yang tanpa arah. Dari stasiun luar angkasa rahasia hingga kesadaran manusia yang diunggah ke mesin, membuat cerita film ini rumit dan membingungkan penonton.
8. Jurassic World Rebirth
Film ini terasa hambar ditonton. Karakter baru yang seharusnya jadi penyegar justru terasa datar dan mudah dilupakan.
Bisa dibilang, Jurassic World Rebirth seperti sisa makanan lama yang dipanaskan ulang.
9. M3GAN 2.0
Film pertama M3GAN sukses besar berkat pendekatan absurd dan karakter ikoniknya. Sayangnya, M3GAN 2.0 gagal bersinar.
Film ini justru berubah menjadi tiruan Terminator 2 tanpa arahan yang kuat.
10. Lilo & Stitch (Live-Action)
Versi animasi Lilo & Stitch (2002) masih dianggap salah satu film paling kreatif Disney. Namun versi live-action terbarunya kehilangan pesona, emosi dan cerita aslinya.
Akting live-action dan visualnya tak mampu menandingi versi animasi, bahkan dengan kembalinya Chris Sanders sebagai pengisi suara Stitch.
Baca juga: Lee Sun Bin Comeback di Code: G – Genesis of Attention, Film Sci-Fi AI yang Super Unik
Itulah daftar film sci-fi paling mengecewakan sepanjang 2025. Dengan potensi genre yang begitu besar, deretan film ini menjadi pengingat bahwa ide hebat tanpa eksekusi matang tidak akan sukses.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Collider