INDOZONE.ID - Meski berasal dari dunia dan alur cerita yang sangat berbeda, film Avatar karya James Cameron dan serial animasi Avatar: The Last Airbender menarik untuk dibandingkan dari sisi tema dan pesan. Perbandingan ini tidak dimaksudkan untuk menyamakan cerita atau mengaitkan keduanya secara resmi, melainkan untuk melihat kesamaan gagasan yang muncul dalam dua karya populer tersebut.
Nama Avatar sendiri telah menjadi identitas kuat bagi dua semesta yang sama-sama ikonik.
Makna “Avatar” yang Jadi Fondasi Cerita
Kata avatar berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti penjelmaan atau perwujudan. Makna ini menjadi fondasi utama dalam dua cerita tersebut.
Dalam film Avatar, manusia memindahkan kesadarannya ke tubuh lain untuk hidup di planet Pandora. Sementara dalam Avatar: The Last Airbender, Avatar adalah sosok yang terus bereinkarnasi demi menjaga keseimbangan dunia melalui empat elemen: air, tanah, api, dan udara.
Meski konsepnya berbeda, keduanya sama-sama menempatkan avatar sebagai simbol tanggung jawab besar.
Baca juga: Netflix Bocorkan Alur Cerita Avatar: The Last Airbender Season 2 Lewat Teaser Terbaru
Hubungan Spiritual dengan Alam
Salah satu kemiripan yang cukup menonjol adalah hubungan yang erat dengan alam. Bangsa Na’vi hidup selaras dengan alam dan terhubung dengan Eywa sebagai sumber kehidupan.
Dalam Avatar: The Last Airbender, keseimbangan elemen alam dan dunia roh juga menjadi pusat cerita dan konflik.
Alam dalam dua kisah ini tidak digambarkan sebagai objek eksploitasi, melainkan sebagai bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga.
Tokoh Utama di Antara Dua Dunia
Jake Sully dan Aang sama-sama berada di posisi yang tidak biasa. Jake adalah manusia yang perlahan menjadi bagian dari bangsa Na’vi, sementara Aang berperan sebagai penghubung dunia manusia dan dunia roh.
Keduanya harus menghadapi konflik batin dan pencarian jati diri sebelum menerima peran besar sebagai penjaga keseimbangan.
Baca juga: Avatar: Fire and Ash Debut dengan 345 Juta USD di Weekend Pertamanya
Kenapa Harus “The Last Airbender”?
Fakta menarik lainnya, serial animasi ini awalnya hanya berjudul Avatar. Namun, Nickelodeon kemudian menambahkan subjudul The Last Airbender untuk membedakannya dari proyek film Avatar milik James Cameron, yang hak atas judul tersebut sudah lebih dulu didaftarkan sejak 1990-an.
Langkah ini membuat identitas serial animasi tetap kuat tanpa menimbulkan kebingungan di kalangan penonton.
Dua Dunia Berbeda, Pesan yang Sejalan
Meski tidak berada dalam satu semesta resmi dan memiliki alur cerita yang sangat berbeda, Avatar Pandora dan Avatar: The Last Airbender sama-sama mengangkat pesan tentang keseimbangan, empati, dan hubungan manusia dengan alam.
Perbedaan cerita justru menegaskan bahwa gagasan tentang spiritualitas dan harmoni dapat muncul dari latar, karakter, dan pendekatan yang berbeda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Britannica, Amatan