Kamis, 29 JANUARI 2026 • 07:00 WIB

Film Netflix ‘Surat untuk Masa Mudaku’ Angkat Kisah Nyata Kehidupan Panti Asuhan

Author

Sutradara, Produser dan Para Pemain Film Surat untuk Masa Mudaku (Sagita/Indozone)

INDOZONE.ID - Netflix merilis film Indonesia  yang hadir pada akhir Januari 2026 adalah 'Surat untuk Masa Mudaku', sebuah drama yang disutradarai oleh Sim F.

Film ini dibintangi deretan talenta lintas generasi, mulai dari Theo Camilo Taslim, Fendy Chow, Agus Wibowo, Aqila Herby, Cleo Hanura Nazhifa, hingga Halim Latuconsina.

'Surat untuk Masa Mudaku' mengangkat kisah tentang seorang remaja pemberontak dan seorang pengasuh panti yang tertutup.

Baca juga: 15 Drakor Netflix 2026 yang Wajib Ditonton: Dari Romatis, Thriller, sampai Horor

Keduanya menjalin ikatan tak terduga di sebuah panti asuhan, sembari berusaha berdamai dengan masa lalu yang penuh luka dan rasa kehilangan.

Film ini kembali menandai kiprah Sim F, sutradara yang sebelumnya sukses lewat Susi Susanti: Love All (2019). Kali ini, kembali menggarap film bernuansa drama emosional yang tayang eksklusif di Netflix.

Dari sisi produksi, film ini diproduseri oleh Wilza Lubis, sosok di balik film-film seperti 27 Steps of May (2018) dan Galih dan Ratna (2017). Kehadiran Wilza semakin menguatkan karakter drama realistis yang menjadi napas utama film ini.

Baca juga: 6 Film Indonesia Dilarang Tayang di Bioskop, Penuh Kontroversi!

Untuk jajaran pemain, Fendy Chow yang dikenal lewat Chrisye (2017), Toko Barang Mantan (2020), dan Ayah Mengapa Aku Berbeda (2011) memerankan karakter Kefas versi dewasa. Sementara itu, tokoh Kefas muda diperankan oleh Theo Camilo Taslim, yang menjadi pusat cerita.

Dalam konferensi pers yang digelar pada 28 Januari 2026 di Senayan City, Sim F mengungkap bahwa film ini terinspirasi dari kisah nyata kehidupan panti asuhan.

“Ini diangkat dari kisah nyata panti asuhan, mengambil latar belakang kehidupan masa lalu. Bagaimana sedihnya mereka, bagaimana mereka punya harapan, dan perasaan ditinggalkan itu benar-benar nyata,” ujar Sim F.

Baca juga: 7 Drakor Terbaru Februari 2026 Paling Dinanti, Tayang di Netflix dan Disney+!

Ia menambahkan bahwa tema utama film ini adalah “ditinggalkan”, sebuah isu yang menurutnya sangat relevan dan universal.

“Temanya tentang ditinggalkan. Seperti kemarin masa pandemi dan sebagainya, pasti ada rasa ditinggalkan. Jadi ceritanya cukup relevan dan universal,” lanjutnya.

Produser Wilza Lubis juga membagikan tantangan dalam proses kreatif film ini. Salah satu yang paling menantang adalah proses casting aktor cilik.

Baca juga: Daftar Film Netflix Original Paling Banyak Ditonton Sepanjang Masa

“Casting pemain kecil itu tidak mudah,” ujar Wilza singkat.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa selama proses syuting, tim menghadirkan teacher on set demi menjaga kenyamanan para aktor cilik.

Wilza menuturkan, di sela-sela syuting atau waktu istirahat, para aktor cilik tetap mendapatkan pendampingan belajar.

Baca juga: Sinopsis Pavane, Film Romantis Korea Netflix yang Cocok Ditonton di Bulan Penuh Cinta

Bahkan, ada anak berusia lima tahun yang awalnya belum bisa membaca, namun setelah proses syuting justru mengalami perkembangan yang signifikan.

Sementara itu, Theo Camilo Taslim menceritakan karakter Kefas yang ia perankan sebagai sosok penuh gengsi dan keras kepala.

“Kefas itu sangat gengsi, keras kepala, dan sangat benci dengan pengurus panti. Dia dikenal nakal karena memendam banyak kekecewaan dan kesedihan dari luka masa lalunya,” ungkap Theo.

Baca juga: 14 Film Indonesia Terbaru Februari 2026, Gas Nonton di Bioskop!

Menariknya, film ini menjadi debut Theo sebagai pemeran utama dengan porsi cerita yang panjang.

“Ini tentunya tidak mudah karena ini pertama kali saya mendapatkan peran yang panjang,” katanya.

Meski sempat merasa tertekan, Theo mengaku banyak terbantu lewat diskusi intens dengan sutradara.

Selama proses syuting, para pemain juga diajak langsung mengunjungi panti asuhan untuk melakukan observasi.

Baca juga: Deretan Film-Series Indonesia yang Tayang di Netflix 2026: Dari Drama, Thriller hingga Action Tema Keluarga

“Kami sempat diajak ke panti asuhan. Bukan cuma main, tapi belajar dan observasi langsung. Pengalaman itu sangat mengesankan buat saya,” tutur Theo.

Aktor Agus Wibowo, yang memerankan karakter Simon, menggambarkan tokohnya sebagai sosok yang apatis terhadap kehidupan.

“Dia sudah nggak percaya lagi sama kehidupan. Apatis. Mirip Kefas karena sejak kecil banyak menemui kepahitan,” jelasnya.

Sementara itu, Fendy Chow menilai 'Surat untuk Masa Mudaku' sebagai film dengan cerita yang segar dan emosional.

“Ini cerita yang fresh banget, mungkin hampir belum pernah ada. Cerita yang membangkitkan nostalgia tentang persahabatan masa kecil dan trauma masa lalu,” ujar Fendy.

Baca juga: 6 Film Teratas Indonesia di Netflix Hari Ini, Ada 'Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah' hingga 'Tinggal Meninggal'

Dengan cerita yang berangkat dari realitas, akting emosional, dan tema yang dekat dengan banyak orang, 'Surat untuk Masa Mudaku' menjadi salah satu film drama Indonesia yang patut dinantikan.

Nantikan film 'Surat untuk Masa Mudaku' yang dijadwalkan tayang di Netflix pada 28 Januari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU