Jumat, 30 JANUARI 2026 • 11:15 WIB

Sentuhan Magis Dewi Gita dalam "Jalir Janji" Jadi Soundtrack Horor "Lastri: Arwah Kembang Desa"

Author

Musik Dewi Gita memberi sentuhan pada film "Lastri: Arwah Kembang Desa" (Gunawan).

INDOZONE.ID - Dunia perfilman horor Indonesia kembali diramaikan dengan kolaborasi apik antara seni visual dan musik. 

Rumah produksi Abelle Pictures secara resmi memperkenalkan lagu orisinal bertajuk "Jalir Janji" sebagai soundtrack utama film perdana mereka, Lastri: Arwah Kembang Desa

Langkah ini menandai keseriusan produser dalam membangun atmosfer mencekam sekaligus emosional bagi para calon penontonnya.

Pemilihan pengisi soundtrack jatuh kepada diva ternama, Dewi Gita. 

Penyanyi yang dikenal dengan karakter vokal kuat ini dipercaya tidak hanya untuk menyanyikan, tetapi juga menciptakan lagu tersebut. 

Baca juga: First Look 'Sunda Emperor', Kisah Petualangan Tiga Sahabat dalam Mencari Jati Diri

Dengan sentuhan pop yang berpadu harmonis dengan elemen etnis, "Jalir Janji" menjanjikan pengalaman auditori yang selaras dengan tema besar film yang diangkat dari urban legend asal Pati, Jawa Tengah.

Secara musikal, lagu ini menonjolkan nuansa mistis yang lirih dan sarat makna. 

Dewi Gita berhasil mengeksplorasi sisi emosional yang menjadi ciri khasnya selama puluhan tahun berkarya. 

Sebagai istri dari vokalis GIGI, Armand Maulana, Dewi membuktikan bahwa musikalitasnya tetap tajam, terutama dalam meramu nada-nada yang mampu membangkitkan bulu kuduk sekaligus rasa simpati.

Proses kreatif di balik terciptanya lagu ini diakui Dewi dilakukan dengan pendekatan emosional yang sangat mendalam. 

Baca juga: Penjelasan Ending The Autopsy of Jane Doe: Film Horor Barat yang Bikin Merinding!

Ia mengaku terinspirasi langsung setelah menyelami naskah film tersebut. 

Baginya, setiap nada dalam lagu ini adalah representasi dari penderitaan dan harapan yang tersisa dari karakter utama, Lastri, yang kisahnya melegenda di tengah masyarakat.

Lagu ‘Jalir Janji’ ini berbicara tentang janji yang tertinggal, tentang rasa yang terikat, dan luka yang belum selesai. 

"Saat membaca cerita Lastri, saya langsung merasa bahwa musiknya harus punya ruh etnis dan kesunyian, tapi tetap bisa dirasakan secara universal. Saya ingin lagu ini tidak hanya menjadi pelengkap film, tapi juga bisa berdiri sendiri sebagai karya yang menyentuh,” ujar Dewi Gita saat ditemui di kawasan Suryo, Jakarta Selatan, Rabu (29/1/2026). 

Baca juga: Review ‘Send Help’ Film Bertahan Hidup Karya Sam Raimi yang Penuh Teka-Teki

Kehadiran soundtrack ini disambut hangat oleh Joe Richard selaku produser film Lastri: Arwah Kembang Desa. 

Menurutnya, musik adalah elemen krusial yang tidak bisa dipisahkan dari narasi film. 

Joe menekankan bahwa "Jalir Janji" bukan sekadar hiasan audio, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan perasaan penonton dengan misteri yang ada di dalam layar lebar.

“Soundtrack ini adalah bagian dari perjalanan Lastri. Kami bangga bisa menghadirkan karya yang kuat secara cerita dan musikal,” kata Joe.

Senada dengan Joe, Audy Bella selaku Eksekutif Produser juga merasakan adanya ikatan kuat antara lirik lagu dengan alur cerita film. 

Baca juga: Ada Syuting Film Lisa BLACKPINK di Jakarta, Catat Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sejak versi demo diperdengarkan, tim produksi merasa bahwa frekuensi musik yang diciptakan Dewi Gita sudah sangat sejalan dengan visi artistik film. 

Hal ini diharapkan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang mendengarnya.

Kini, "Jalir Janji" sudah bisa dinikmati oleh khalayak luas di berbagai platform musik digital. 

Kehadiran lagu ini menjadi pembuka jalan bagi kampanye promosi film yang diprediksi akan menjadi salah satu tontonan horor paling emosional di tahun mendatang. 

Lagu ini menjadi representasi awal dari "rasa sakit" dan "janji" yang akan dikupas tuntas dalam filmnya nanti.

Baca juga: Gebrakan Global! Film 'Para Perasuk' Tembus Sundance 2026, Bukti Nyata Visi Bisnis Cinta Laura

Bagi para pencinta film horor, Lastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar menyajikan teror visual, melainkan drama mendalam yang dibalut kearifan lokal. 

Film ini dijadwalkan akan meneror sekaligus menyentuh hati penonton di seluruh bioskop Indonesia pada momen setelah Lebaran 2026. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU