Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 12:00 WIB

Pasca Netflix Mundur, Paramount Hadapi Tembok Regulasi untuk Akuisisi Warner Bros

Author

Logo Paramount - Warner Bros (Paramount - Warner Bros)

INDOZONE.ID - Mundurnya Netflix dari persaingan akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) memang memberikan karpet merah bagi Paramount Global. Namun, kemenangan Paramount ini bukan berarti akhir dari segalanya.

Kini, perhatian beralih dari perang harga ke medan tempur baru yakni, pengawasan regulasi dan tensi politik.

Baca juga: Neflix Batal Akuisisi Warner Bros! Ini Alasannya

Ancaman dari Jaksa Agung dan Regulator Global

Berdasarkan laman Deadline, (28/02/20206) meski Netflix sudah angkat kaki, Jaksa Agung California, Rob Bonta, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam.

Ia menyatakan akan melakukan investigasi terbuka dan bersikap tegas terhadap merger dua raksasa Hollywood ini.

Hambatan tidak hanya datang dari dalam negeri. Meski pemerintahan Trump di tingkat federal diprediksi akan lebih fleksibel, regulator luar negeri seperti Uni Eropa dan Inggris tetap menjadi faktor penentu yang bisa menghambat atau bahkan menggagalkan kesepakatan ini.

Baca juga: 30 Film-Series yang Kini Dikuasai Netflix Pasca Akuisisi Warner Bros: Ada Harry Potter hingga DCU

Tekanan Politik dan Kedekatan dengan Trump

Sisi politik menjadi bumbu penyedap yang panas dalam transaksi ini. CEO Paramount, David Ellison, kini berada di bawah sorotan tajam Partai Demokrat.

Kedekatannya dengan pemerintahan Trump, termasuk kehadirannya sebagai tamu spesial dalam pidato kenegaraan memicu kekhawatiran akan adanya pengaruh politik yang tidak sehat.

Partai Demokrat bahkan mulai menyerukan agar Ellison bersaksi di depan Kongres untuk menjelaskan detail transaksi serta keterlibatan dana investasi asing dari Arab Saudi, Abu Dhabi, dan Qatar dalam pendanaan akuisisi ini.

Baca juga: Mortal Kombat 3 Digarap Meski Film Kedua Belum Rilis, Warner Bros Yakin Dengan Fanbase Besar!

Analisis Persaingan Pasar: Mengapa Par-WBD Lebih "Aman" dibanding Netflix?

Berdasarkan analisis ekonomi, penggabungan Paramount dan HBO (WBD) dianggap lebih kecil kemungkinannya untuk melanggar aturan antimonopoli dibandingkan jika WBD dibeli oleh Netflix.

  • Pangsa Pasar: Gabungan Paramount-HBO diprediksi menguasai sekitar 20% pasar streaming, jauh di bawah potensi 35% jika Netflix yang menang.

  • Faktor YouTube: Netflix berargumen bahwa kompetitor utama saat ini adalah YouTube, namun regulator cenderung melihat penggabungan dua studio besar (Paramount dan WBD) sebagai penggabungan horizontal yang tetap harus diawasi ketat, terutama terkait hak siar olahraga dan lapangan kerja bagi pekerja kreatif.

Baca juga: Studio Paramount Bakal Siapkan Film Spin-Off Sonic!

Risiko Keuangan dan Masa Depan

Selain regulasi, faktor internal juga membayangi. Penurunan harga saham Oracle, yang berdampak pada kekayaan Larry Ellison (ayah David Ellison sekaligus investor utama) serta risiko utang yang besar membuat transaksi ini disebut sebagai langkah yang sangat berani sekaligus berbahaya.

Paramount mungkin telah memenangkan hati pemegang saham WBD dengan tawaran 31 dollar amerika per saham, tetapi mereka masih harus memenangkan restu dari para regulator dan menghadapi badai politik di Washington sebelum benar-benar bisa menyatukan aset-aset raksasa seperti CNN, HBO, dan jaringan TV kabel lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Deadline

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU