Rayakan 10 Tahun Perjalanan di Industri Film Indonesia, Palari Films Memperkenalkan 7 Judul Film Terbaru
INDOZONE.ID - Rumah produksi Palari Films merayakan 1o tahun perjalanannya di industri perfilman Indonesia, A Decade of Voyage!
Dalam perjalanannya, rumah produksi yang didirikan produser Meiske Taurisia, Muhammad Zaidy, dan sutradara Edwin ini telah menapak jejaknya sebagai salah satu rumah produksi yang sukses di berbagai ajang penghargaan dan melahirkan karya-karya film berkualitas.
Perjalanan awal Palari Films dimulai dengan film panjang garapan sutradara Edwin, Posesif (2017), yang berhasil memenangkan 3 Piala Citra FFI 2017 untuk Sutradara Terbaik (Edwin), Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Putri Marino), dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Yayu Unru).
Baca juga: 13 Film Indonesia Terbaru April 2026 di Bioskop, Lengkap Semua Genre!
Selama 10 tahun, Palari Films telah melahirkan 10 karya baik film, series, dan antologi film pendek, yang setiap tahunnya selalu mendapat tempat di penonton Indonesia, ajang penghargaan FFI, dan di dunia.
7 Judul Film Terbaru Palari Films
Tahun ini, menandai marka 1 dekade berkarya Palari Films, karya-karya baru terus dilahirkan. Menggandeng para kolaborator sineas dan talenta terbaik Tanah Air.
Dalam perayaan 10 Tahun Palari Films, diumumkan tujuh judul baru yang akan dirilis mendatang.
Ketujuh judul tersebut tedri dari beberapa di bawah ini.
Baca juga: Album Debut Hindia "Menari dengan Bayangan" Diadaptasi Jadi Film Layar Lebar
- 'Monster Pabrik Rambut'
- Desember Jani
- Menari dengan Bayangan
- Baju Tebal
- I Wanna Dance with Myself
- Goldfish
- Strange Root
Monster Pabrik Rambut dibintangi oleh Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, Sal Priadi, dan memperkenalkan Kev. Film ini sekaligus menjadi kolaborasi kedua Iqbaal bersama Palari Films setelah Ali & Ratu Ratu Queens (2021). Di film Monster Pabrik Rambut, Iqbaal juga bertindak sebagai produser eksekutif.
“Senang rasanya menjadi bagian dari satu dekade Palari Films. Monster Pabrik Rambut adalah proyek kolaborasi kedua saya dengan Palari Films setelah Ali & Ratu Ratu Queens. Dan kali ini, keterlibatan saya bisa lebih mendalam. Bagi saya, Palari Films adalah rumah produksi yang selalu mendorong batas kreativitas dan memberikan kesempatan berkarya seluas mungkin bagi para sineas dan talenta baru di perfilman Indonesia,” ujar Iqbaal Ramadhan.
Prestasi dan Perjalanan Sedekade Palari Films
Palari Films membuktikan sebagai rumah produksi yang melahirkan karya berkualitas ditunjukkan dengan film berikutnya, Aruna & Lidahnya (2018).
Film yang disutradarai Edwin ini juga mendapat pengakuan secara kritis dengan memenangkan Piala Citra FFI 2018 untuk Penulis Skenario Adaptasi Terbaik (Titien Wattimena) dan Pemeran Pendukung Pria Terbaik (Nicholas Saputra).
Film tersebut juga tayang di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2019 dalam program Culinary Cinema.
Salah satu prestasi paling prestisius yang pernah diraih oleh Palari Films adalah melalui karya ketiga mereka yang juga disutradarai Edwin, Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2021).
Film ini memenangkan penghargaan utama di festival film internasional yang juga menjadi salah satu festival film tertua di dunia, Locarno.
Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas berhasil membawa pulang piala utama, Golden Leopard. Ini adalah pertama kalinya film Indonesia berhasil memenangkan penghargaan utama dalam ajang festival film internasional.
Film ini juga berkeliling di berbagai festival film internasional lainnya, termasuk Toronto International Film Festival (TIFF) dan Busan International Film Festival (BIFF).
Baca juga: 8 Film Keluarga Indonesia Awal 2026, Bikin Momen Lebaran Lebih Berkesan!
Sebagai rumah produksi yang terus bertumbuh, Palari Films juga menggandeng para sineas terbaik Indonesia untuk melahirkan karya-karya yang beragam. Termasuk bersama sutradara Lucky Kuswandi untuk menggarap Ali & Ratu Ratu Queens (2021), yang juga menjadi salah satu film Indonesia paling banyak ditonton di Netflix dan Top Search Google Indonesia 2021, serial Ratu Ratu Queens: The Series (2025), dan Yosep Anggi Noen melalui horor Tebusan Dosa (2024).
“Sepuluh tahun dan setiap cerita yang menemukan jalannya. Kami menoleh ke belakang sebelum melangkah maju, menghormati semua yang membuat dekade ini berarti. Peta ini ada karena tangan-tangan yang menggambarnya bersama kami. Kini, Palari Films berlayar menuju cakrawala yang lebih luas,” ujar produser dan Co-Founder Palari Films Muhammad Zaidy.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release