Selasa, 12 MEI 2026 • 16:36 WIB

Review 'Children of Heaven' Versi Indonesia: Ketika Anak-anak Memecahkan Masalah dengan Caranya Tersendiri

Author

Ulasan film Children of Heaven (MD Pictures)

INDOZONE.ID - Film salah satu nominasi Academy Awards, 'Children of Heaven' asal Iran yang dirilis 1997 silam akhirnya dirilis dalam versi Indonesia. Lewat tangan dingin Manoj Punjabi dari MD Pictures dan Hanung Bramantyo di kursi sutradara, film tersebut mendapatkan sentuhan yang cemerlang.

Film Children of Heaven versi Indonesia juga diramaikan beberapa pemeran baru. Salah satu yang mencolok adalah pemeran anak-anak dalam film ini, yaitu Jared Ali dan Humaira Jahra. 

Selain kedua anak tersebut, beberapa nama aktor lain juga turut berpatisipasi. Salah satunya adalah Andri Mashadi, Faradina Mufti, Slamet Rahardjo, Oki Rengga, Muhadkly Acho, Reza Nangin, Benedictus, Dodit Mulyanto, Lolox, Varen Arianda, Astagina Jyoti.

Kebetulan, Indozone mendapatkan kesempatan untuk menonton filmnya terlebih dahulu di studio milik MD Entertainment beberapa waktu lalu.

Sinopsis Children of Heaven

Di pinggiran Semarang, Ali (13) dan adiknya Zahra (9) hidup dalam keterbatasan bersama orang tua mereka, Karim dan Fatimah. Suatu hari, sepatu satu-satunya milik Zahra hilang setelah Ali tanpa sengaja meninggalkannya di toko sembako. 

Baca juga: 8 Film Bioskop Tayang Mei 2026: Dari 'Fuze' hingga 'Children of Heaven'

Karena takut dimarahi orang tua, Ali dan Zahra sepakat untuk bergantian memakai sepatu milik Ali yang sudah lusuh: Zahra memakainya pagi untuk sekolah, lalu Ali memakainya siang. 

Children of Heaven (INDOZONE/M Fadli)

Sejak itu, keseharian mereka dipenuhi rasa malu, panik, dan usaha menutupi rahasia kecil itu.

Suatu hari, Zahra menemukan Gendis (8), memakai sepatunya yang hilang, tapi ia mengurungkan niat meminta kembali setelah tahu keluarga Gendis lebih miskin darinya. Sementara itu, Ali makin terbebani rasa bersalah dan ingin menebus kesalahannya. 

Saat sekolahnya mengadakan lomba lari berhadiah sepatu olahraga untuk juara tiga, Ali bertekad ikut demi mendapatkan sepatu baru untuk Zahra. Ia berlatih keras dan berjanji pada adiknya untuk menang.

Review Children of Heaven

Secara jujur, Indozone tidak ingat dengan versi aslinya yang dari Iran, apakah pernah menontonnya dulu saat masih kecil. Namun, jalan ceritanya memang tak asing. Oleh karena itu, ulasan berikut ini tidka akan membandingkan film terdahulu dengan film yang kini diremake dalam cersi Indonesia.

Baca juga: 3 Tantangan Besar Hanung Bramantyo Saat Mengadaptasi 'Children of Heaven' ke Indonesia Era 1980-an

Secara garis besar, film ini mencoba memindahkan latar dan waktu dari cerita aslinya dengan cerita yang dikembangkan para sinemaker, termasuk Hanung Bramantyo. Ia mencoba menciptakan ruang lingkup kota kecil Semarang di era akhir 1980-an yang menjadi dunianya Ali dan Zahra.

Adegan pembuka dimulai dengan konflik utama, ketika Ali menghilangkan sepatu sang adik. Adegan keduanya bertukar catatan tersebut memperlihatkan bagaimana para anak-anak tersebut sedang mencoba memecahkan masalah dengan gaya berpikir mereka sebagai anak-anak.

Ya, bisa dibilang, ini yang terlihat di sepanjang film. Kedua kaka beradik tersebut mencoba mencari solusi tanpa melibatkan orang dewasa. Namun, keputusan tanpa melibatkan orang tua tersebut bukan serta merta karena takut dimarahi, tapi karena mereka memahami kehidupan orang tuanya.

Adegan Ali berbelanja, dan mengetahui orang tuanya punya banyak utang menjadi alasan di balik keputusan tersebut. 

Ada rasa miris yang tak bisa dipungkiri saat melihat bagaimana dua kakak beradik ini diam-diam memecahkan masalahnya. Tak ada satupun orang yang begitu peduli dengan anak perempuan yang berlari setiap hari dengan sepatu kebesaran, bahkan tak jarang yang menertawakan. 

Di tengah majemuknya masyarakat lingkungan rumah dan di Indonesia, belum betul-betul banyak yang perhatian dengan kondisi kanan-kirinya. 

Adegan di Children of Heaven (MD Pictures)

Fokus ke perjuangan anak, bukan eksploitasi kesedihan

Meski penuh adegan haru, namun film ini tidak mencoba menjual kesedihan. Air mata yang tak sengaja keluar semata-mata karena larut dengan perjuangan mereka. Hal ini sejalan dengan visi Hanung Bramantyo.

Pada sebuah kesempatan, sang sutrdara mengatakan ia tidak berusaha menjual kesedihan dalam film ini.

Baca juga: Review 'If Wishes Could Kill', Drakor Horor Netflix yang Super Brutal

Di awal penulisan skenario, Hanung mengakui bahwa ia sempat terjebak pada pendekatan emosional yang terlalu eksplisit. Namun, pendekatan tersebut berubah setelah mendapat masukan dari tim produser. Ia menyadari bahwa banyak adaptasi Children of Heaven di berbagai negara justru gagal karena terlalu menekankan kesedihan.

“Menurut saya gagal. Kenapa? Karena mereka fokus pada kesedihannya. Mereka fokus pada bagaimana penonton itu merasa tersentuh kepada anak-anaknya.”

Dari situ, Hanung memutuskan untuk menulis ulang naskah secara menyeluruh dan mengubah fokus cerita.

Alih-alih mengejar air mata penonton, Hanung justru ingin menampilkan kekuatan karakter anak-anak dalam menghadapi masalah. Hal ini yang menjadi kekuatan di film ini. 

Tentunya akting kedua anak-anak di kisah ini bisa disebut sangat jempolan. Terutama pemeran Zahra yang masih sangat muda. Baik dialog dan ekspresinya sangat alami, dengan kalimat bahasa Indonesia dan Jawa yang lucu.

Puncak perjuangan mereka memang terlihat saat lomba marathon. Ada ironi ketika mereka ikut lari untuk mengejar impian yang tidka tercapai, tapi malah mendapatkan pencapaian yang lain yang awalnya tak diinginkan.

Mungkin ini menjadi dua makna kepada penonton tentang perjuangan memang tak selalu mendapatkan apa yang diinginkan serta ada hikmah dari sebuah kegagalan, yaitu keberhasilan yang sangat besar. Plus ditambah dengan pemikiran lugu anak-anak yang perlu dilindungi.

Film 'Children of Heaven' sendiri baru akan tayang serempak di bioskop pada 27 Mei 2026 mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU