Rabu, 10 JUNI 2026 • 17:39 WIB

“Takkan Kubiarkan Kau Menangis”, Film yang Menjadikan Musik sebagai Jembatan Emosi Ibu dan Anak

Author

Para pemain film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' (Handout)

INDOZONE.ID — Di tengah banyaknya film drama keluarga yang hadir di layar lebar, Langit Pictures Indonesia memperkenalkan pendekatan berbeda melalui film terbaru mereka, Takkan Kubiarkan Kau Menangis. Bukan sekadar kisah tentang hubungan ibu dan anak, film ini menghadirkan musik sebagai bahasa emosional yang mampu menyatukan perasaan yang selama ini sulit diucapkan.

Disutradarai oleh Ferly Halim, film ini memadukan drama keluarga, pencarian jati diri remaja, dan nuansa musikal yang dekat dengan keseharian masyarakat Indonesia. Berlatar Kota Semarang yang penuh atmosfer hangat dan nostalgia, cerita dibangun melalui hubungan emosional yang terasa sangat personal bagi banyak penonton.

Film ini mengikuti perjalanan Dika, seorang remaja yang tumbuh dengan perasaan tidak pernah cukup di mata ibunya, Dini, seorang ibu tunggal yang menyimpan trauma masa lalu. Di tengah hubungan yang dipenuhi kesalahpahaman, Dika menemukan ruang untuk mengenal dirinya sendiri lewat musik bersama teman-temannya.

Perjalanan emosional mereka kemudian berubah ketika sebuah lagu menjadi media yang mempertemukan kembali hati ibu dan anak yang sempat menjauh.

Baca juga: 7 Film dan Dokumenter Basket Terbaik di Netflix, Penuh Inspirasi dan Kisah Perjuangan

Menurut Ferly Halim, konflik terbesar dalam hubungan keluarga sering kali bukan karena kurangnya kasih sayang, melainkan kegagalan dalam menyampaikan perasaan dengan benar.

“Ibu dan anak sering sama-sama saling menyayangi, tetapi tidak tahu bagaimana cara mengungkapkannya. Kadang hanya karena intonasi atau cara bicara, hubungan bisa terasa jauh,” ujar Ferly.

Melalui film ini, Ferly ingin menunjukkan bahwa komunikasi yang hangat dan sederhana bisa menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang sehat secara emosional. Ia juga menyoroti bagaimana musik mampu menjadi ruang aman untuk menyampaikan perasaan yang sulit diutarakan secara langsung.

“Sebagai anak, kita sering merasa ibu pasti tahu kalau kita sayang. Padahal, ibu juga perlu mendengar dan merasakan itu secara langsung,” tambahnya.

Nuansa emosional film semakin kuat lewat kehadiran lagu-lagu legendaris Sheila On 7 seperti Dan, Kita, dan Hujan Turun, yang menjadi elemen penting dalam perjalanan cerita. Lagu-lagu tersebut tidak hanya menjadi latar musik, tetapi juga membangun suasana nostalgia yang dekat dengan pengalaman banyak generasi penonton Indonesia.

Baca juga: 4 Film Baru yang Tayang di Bioskop Pekan Ini, Ada Horor hingga Zombie Korea

Selain itu, film ini juga menghadirkan dua lagu original soundtrack berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis dan Sahabat yang dibawakan Keisha Alvaro bersama Sand Band.

Deretan pemain seperti Ari Irham, Shanty, Ariyo Wahab, Agoye Mahendra, Emiliano Cortizo, Teuku Rizky, Annisa Kayla, Askara Halim, Sandy Andarusman, hingga Didi Riyadi turut memperkuat dinamika emosional yang dihadirkan sepanjang film.

Melalui Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Langit Pictures Indonesia ingin menghadirkan karya yang bukan hanya menghibur, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya mendengar, memahami, dan mengekspresikan kasih sayang dalam keluarga sebelum semuanya terlambat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU