INDOZONE.ID – Dirilis pada 14 November 2024, film Bila Esok Ibu Tiada yang dibintangi oleh Christine Hakim sukses memikat perhatian penonton di Bioskop.
Film ini mengisahkan tentang keluarga Ibu Rahmi, yang diperankan oleh Christine Hakim, dan perjalanan emosional yang mereka hadapi.
Selain karakter ibu yang penuh kasih, film ini juga menampilkan karakter suami Ibu Rahmi, Bapak Hario (Slamet Rahardjo), dan keempat anak mereka, yaitu Ranika (Adinia Wirasti), Rangga (Fedi Nuril), Rania (Amanda Manopo), dan Hening (Yasmine Nipper).
Fokus utama dalam film ini adalah pada Ranika, putri sulung dari keluarga Hario-Rahmi, yang digambarkan sebagai sosok yang kuat, dominan, dan sering kali terkesan mengatur.
Sebagai anak tertua, Ranika membawa dinamika tertentu dalam hubungan keluarganya, sering kali terlibat dalam konflik dengan adik-adiknya.
Karakter Ranika yang terlihat tegas dan penuh tanggung jawab ini, ternyata memiliki kaitan yang erat dengan fenomena yang dikenal sebagai Eldest Daughter Syndrome.
Apa itu Eldest Daughter Syndrome?
Istilah Eldest Daughter Syndrome pertama kali diperkenalkan oleh Kati Morton, seorang terapis pernikahan dan keluarga, untuk menggambarkan kondisi psikologis atau emosional yang sering dialami oleh anak perempuan pertama dalam sebuah keluarga.
Meski bukan merupakan diagnosis medis resmi, sindrom ini menggambarkan sejumlah ciri khas yang umumnya dirasakan oleh anak perempuan sulung.
Beberapa karakteristik utama dari Eldest Daughter Syndrome antara lain:
-
Tanggung Jawab Berlebih
Anak perempuan sulung sering kali dibebani dengan tanggung jawab yang melebihi usia dan kapasitas mereka.
Mereka kerap harus mengasuh adik, mengurus pekerjaan rumah, dan menjadi penengah dalam konflik keluarga.
-
Harapan yang Tinggi
Mereka sering diharapkan untuk menjadi contoh yang baik dan berprestasi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti akademik, karier, hingga kehidupan pribadi.
-
Perasaan Harus Selalu Kuat
Anak perempuan sulung sering kali merasa harus menjadi pilar yang kuat dalam keluarga, yang mampu menghadapi segala situasi, baik itu masalah keluarga maupun masalah pribadi.
-
Perasaan Bersalah
Perasaan bersalah sering kali muncul ketika mereka merasa harus mengutamakan kepentingan orang lain di atas diri mereka sendiri.
-
Kesulitan Menetapkan Batasan
Anak perempuan sulung sering kali kesulitan untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan mereka, karena cenderung mengutamakan kebutuhan orang lain.
Apa Penyebab Eldest Daughter Syndrome?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami Eldest Daughter Syndrome:
Tanggung Jawab Berlebihan
Sejak kecil, anak perempuan sulung sering kali dianggap sebagai "pengganti orang tua" dan diposisikan sebagai pengasuh bagi adik-adiknya.
Harapan yang tinggi
Orang tua dan masyarakat seringkali menaruh harapan yang sangat tinggi pada anak perempuan sulung, menjadikannya sebagai panutan di keluarga maupun lingkungan sekitar.
Perasaan Harus Selalu Kuat
Karena diharapkan menjadi "tiang keluarga", anak perempuan sulung merasa harus selalu tampil kuat dan tidak boleh menunjukkan kelemahan.
Mengatasi Eldest Daughter Syndrome
Jika kamu merasa mengalami kondisi serupa dengan Ranika dalam film Bila Esok Ibu Tiada, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk menghadapinya.
Mengenali Batasan
Belajarlah untuk menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan dengan keluarga dan orang-orang terdekat.
Ingat, kamu berhak mengutamakan dirimu sendiri.
Berbicara Terbuka
Komunikasikan perasaan dan kebutuhanmu dengan keluarga atau orang terdekat. Jangan ragu untuk menyampaikan jika merasa terbebani atau cemas.
Mencari Dukungan
Jangan takut untuk mencari bantuan dari seorang terapis atau konselor jika perasaan tersebut mengganggu kesehatan mental dan emosionalmu.
Beristirahat dan Memprioritaskan Diri Sendiri
Terkadang, kita perlu waktu untuk diri sendiri agar bisa kembali merasa kuat dan segar dalam menjalani peran sebagai anak sulung.
Itulah sedikit ulasan tentang karakter Ranika dalam Bila Esok Ibu Tiada dan kaitannya dengan Eldest Daughter Syndrome.
Bagi kalian yang mungkin merasa berada dalam posisi serupa dengan Ranika, penting untuk mengenali dan mengelola perasaan ini agar tidak membebani diri sendiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AI Overview