Senin, 09 JUNI 2025 • 10:51 WIB

Film Indonesia ‘Mama Jo’ Menang di Bulgaria, Angkat Kisah Menyentuh Disabilitas Lewat Cerita Ibu dan Anak

Author

Film Mama Jo berhasil penghargaan Best Short Documentary di Golden FEMI Film Festival 2025, yang digelar di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria.

INDOZONE.ID - Film dokumenter pendek asala Indonesia ‘Mama Jo’ karya Ineu Rahmawati berhasil meraih penghargaan Best Short Documentary di Golden FEMI Film Festival 2025, yang digelar di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria.

Karya ini menyentuh hati juri lewat kisah perjuangan seorang ibu dan anak dengan cerebral palsy.

Acara penghargaan ini berlangsung pada 7 Juni dan dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Bulgaria Iliana Iotova, para juri internasional, sineas dunia, serta tamu undangan dari berbagai negara.

Penghargaan diterima oleh Irvan Fachrizal, KUAI KBRI Sofia, mewakili sang sutradara yang tidak bisa hadir karena kendala logistik.

Lewat pesan resminya, Ineu menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia, juri, dan penonton atas apresiasi terhadap ‘Mama Jo’.

“Film ini adalah pengingat bahwa inklusi, akses, dan martabat adalah hak universal yang harus kita junjung bersama,” ujarnya dikutip dari laman Kemlu, Senin (9/6/2025).

Baca Juga: Sinopsis Hunter Killer, Tayang Malam Ini di TV Nasional

Cerita Nyata yang Bikin Terenyuh

‘Mama Jo’ mengangkat kisah nyata Santi, seorang ibu dari Indonesia, dan anaknya Johan, yang berusia 9 tahun dan hidup dengan cerebral palsy. 

Film ini menggambarkan realitas yang sering terlupakan. Memperlihatkan perjuangan keluarga penyandang disabilitas dalam menghadapi tantangan sehari-hari.

Mama Jo’ karya Ineu Rahmawati berhasil meraih penghargaan Best Short Documentary di Golden FEMI Film Festival 2025, yang digelar di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria.

Ineu, melalui film ini, ingin mengajak penonton melihat lebih dalam tentang pentingnya empati, akses yang setara, dan perjuangan yang tak terlihat oleh banyak orang.

Baca Juga: Bocoran Jadwal Tayang The Old Guard 2 Terbaru di Netflix!

Suara Perlawanan

Penghargaan ini datang di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap film-film Indonesia. Tahun 2024 mencatatkan 68,95 juta penonton film nasional, tertinggi dalam sejarah perfilman Tanah Air.

Bahkan saat ini ada lebih dari 2.000 layar bioskop di seluruh Indonesia, dan menariknya, 60% penonton lebih memilih film lokal.

data tersebut menjadi sinyal kuat bahwa film Indonesia terus bergerak maju, tak hanya dari sisi hiburan, tapi juga kesadaran sosial.

Para analis memperkirakan industri film Indonesia akan tumbuh sekitar 20% hingga 2027, didorong oleh permintaan akan dokumenter, animasi, dan kisah autentik, apalagi dari Asia-Pasifik.

“Mulai dari narasi fiksi hingga dokumenter yang menyuarakan kesadaran sosial seperti Mama Jo, para sineas Indonesia semakin menunjukkan keberanian mereka untuk menyuarakan yang tak terlihat, yang terpinggirkan, dan kekuatan jiwa manusia dalam segala kompleksitasnya,” ungkap Irvan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Kemlu

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU