Sabrina Carpenter. (Instagram/@sabrinacarpenter)
INDOZONE.ID - Setelah merilis album "Man's Best Friend", penyanyi Sabrina Carpenter tetap membela sampul albumnya yang menuai kontroversi.
Sampul album studio ketujuhnya yang dirilis pada bulan Juni itu menampilkan dirinya berlutut dengan gaun hitam sementara seorang pria berdiri di latar belakang, mencengkeram rambutnya, memicu kritik dari beberapa orang.
Kontroversi ini memicu diskusi tentang feminisme seks-positif, meskipun Carpenter mengakui dalam sebuah wawancara dengan Interview Magazine bahwa "reaksi terhadap sampul album itu menarik bagi saya."
Baca juga: Sabrina Carpenter Ungkap Cover Album Man’s Best Friend Terakhir, Fans Heboh!
"Kalau saya benar-benar transparan, saya tidak melakukan apa pun untuk mengantisipasi reaksi seperti apa yang akan terjadi," ujarnya. "Ketika saya memikirkan pencitraan untuk Man's Best Friend, sangat jelas bagi saya apa artinya. Jadi, reaksinya sangat menarik bagi saya. Anda hanya perlu melihatnya terurai dan berkata, 'wow.'"
Pemimpin redaksi wawancara, Mel Ottenberg, mempertanyakan lebih lanjut reaksi Carpenter terhadap tanggapan negatif terhadap sampul album tersebut, dengan bertanya, "Ketika ada begitu banyak kontroversi dan orang-orang berteriak tentangnya, apakah Anda menyukainya? Apakah itu membuat Anda menangis atau tertawa?"
"Kurasa sedikit dari keduanya," jawabnya.
"Pengalaman dan sudut pandangku akan sangat berbeda dari cara orang lain menjalani hidup mereka. Terkadang aku membaca sesuatu dan aku seperti, 'wow, aku tidak mengalaminya seperti itu, tapi kalau mereka mengalaminya, berarti itu nyata bagi mereka'," tambahnya.
Penyanyi "Manchild" itu lebih lanjut menjelaskan bahwa Man's Best Friend adalah tentang perjalanan pribadinya yang melalui "kehilangan dan patah hati dan perayaan dan mencoba menjalani hidup saya sebagai seorang wanita muda."
Mengenai sampul album tersebut, Ottenberg mengungkapkan kritik yang memicu perdebatan, dengan menyatakan bahwa gambar itu menggambarkan Carpenter dalam posisi "tunduk". Namun, ia menjelaskan bahwa itu hanya dimaksudkan sebagai "metafora".
"Ini membahas topik yang sama sekali berbeda, tetapi saya merasa bahwa ketundukan itu dominan sekaligus tunduk," kata Carpenter.
Baca juga: Sabrina Carpenter Rilis Single Baru Manchild, Begini Cerita di Balik Pembuatan Lagunya
"Gambar itu, menurut saya, adalah sebuah metafora, tetapi saya yakin orang lain akan berkata 'aduh, dia memang seorang bawahan'," sambungnya.
Sebelum merilis "Man's Best Friend", Sabrina Carpenter menanggapi reaksi negatif di media sosial dengan merilis versi sampul alternatif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Hollywood Reporter