Konser seru MUSE di pantai Karnaval Jakarta. (INDOZONE/M Fadli)
INDOZONE.ID - Setelah hampir dua dekade penantian, band rock asal Inggris, Muse, akhirnya kembali mengguncang panggung Jakarta dalam konser spektakuler bertajuk “Muse: Live in Jakarta”.
Bertempat di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta Utara, pada Jumat (19/9/2025), konser ini menjadi momen bersejarah bagi ribuan penggemar yang telah menanti kehadiran trio Matt Bellamy, Chris Wolstenholme, dan Dominic Howard sejak terakhir tampil di Jakarta pada 23 Februari 2007.
Bagi banyak penonton, malam itu bukan sekadar pertunjukan musik tapi juga perayaan nostalgia dan energi yang membakar semangat sejak nada pertama dimainkan.
Ada beberapa hal seru dan menarik saat konser Muse di Jakarta pada Jumat malam ini.
Baca juga: 7 Fakta Menarik Muse, Band Rock Alternatif Inggris yang Gelar Konser di Jakarta September 2025
Digelar sebagai bagian dari rangkaian 10 edisi Hammersonic Festival, konser Muse ini menjadi salah satu event musik paling dinanti tahun ini.
Konser seru MUSE di pantai Karnaval Jakarta. (INDOZONE/M Fadli)
Sejak sore hari, ribuan penonton mulai memadati lokasi konser, mengenakan atribut khas Muse seperti kaus hitam berlogo band, menciptakan atmosfer rock yang intens bahkan sebelum band naik ke atas panggung.
Tepat pukul 19:30 WIB, panggung utama menyala dan Muse langsung menghentak penonton dengan lagu pembuka mereka, “Hysteria”, yang disambut sorakan riuh dan koor massal dari penonton yang larut dalam irama khas Muse.
Muse menyuguhkan lebih dari 20 lagu yang merentang sepanjang perjalanan karier mereka. Selain “Hysteria”, mereka membawakan sejumlah hits besar seperti “Stockholm Syndrome”, “Uprising”, “Psycho”, “Resistance”, “Supermassive Black Hole”, hingga “Madness” dan “Plug In Baby”.
Tak hanya sekadar membawakan lagu, Matt Bellamy tampil memukau dengan permainan gitar elektrik yang eksplosif dan vokal khasnya yang tetap bertenaga. Beberapa kali ia menyapa penonton dengan antusiasme tinggi, mengajak mereka bernyanyi dan berteriak bersama. Ucapan seperti “Hello, Jakarta!” dan “Jakarta, buatlah suara riuh!” membuat suasana semakin panas dan intim.
Interaksi hangat dengan penonton menjadi salah satu kekuatan konser ini. Ketika Bellamy memuji suara penonton yang bernyanyi bersama, momen itu menjadi simbol kedekatan emosional antara band dan fans yang sudah lama menantikan pertemuan ini.
Baca juga: Maher Zain Siap Konser di 3 Kota, Tiket Dibanderol Mulai Rp650 Ribu
Para penggemar terlihat larut dalam nostalgia, terutama saat lagu-lagu seperti “Time Is Running Out” dan “Starlight” dibawakan. Lagu penutup “Starlight” diiringi dengan pertunjukan kembang api yang menyinari langit Ancol, memberikan klimaks visual dan emosional yang begitu kuat—penutup sempurna untuk malam tak terlupakan itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan