Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 15 OKTOBER 2025 • 11:47 WIB

Fenomena Interpolasi Lagu: Ketika Kreativitas Musik Tak Bisa Disamakan dengan Plagiat

Fenomena Interpolasi Lagu: Ketika Kreativitas Musik Tak Bisa Disamakan dengan PlagiatIlustrasi menikmati musik (Freepik)

INDOZONE.ID - Musik selalu berkembang seiring zaman. Namun, di tengah derasnya arus karya baru, kerap muncul perdebatan soal kemiripan antar lagu. Tidak semua lagu yang terdengar mirip bisa langsung disebut plagiat

Bisa jadi, itu adalah hasil dari teknik sah bernama interpolasi lagu  sebuah praktik kreatif yang kini semakin sering digunakan oleh musisi dunia maupun Indonesia.

Secara sederhana, interpolasi berbeda dengan sampling. Jika sampling berarti mengambil langsung potongan rekaman asli dari lagu lain, maka interpolasi dilakukan dengan mengulang kembali melodi, lirik, atau bagian tertentu dari lagu lama menggunakan aransemen baru. 

Teknik ini telah lama digunakan oleh musisi internasional dan kini mulai menjadi tren di industri musik Tanah Air.

Baca juga: 3 Teknik Parafrase yang Dijamin Anti Plagiat, Para Mahasiswa Wajib Paham

Sejarah mencatat bahwa banyak musisi besar dunia pernah terlibat dalam tudingan plagiat hanya karena kemiripan nada. Adele, misalnya, sempat digugat oleh musisi asal Brasil, Toninho Geraes, karena dianggap meniru lagu Mulheres lewat Million Years Ago.

Begitu pula Lisa BLACKPINK yang memanfaatkan interpolasi Pon de Replay milik Rihanna dalam lagu Pink Venom, dan menimbulkan diskusi luas di kalangan penggemar.

Baca juga: BLACKPINK Siap Gelar Konser 'Deadline' di Jakarta pada 2025

Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia. Penyanyi muda Bernadya pernah dituding menjiplak lagu August milik Taylor Swift karena kemiripan pada melodi dan liriknya. Kasus seperti ini memperlihatkan bahwa batas antara inspirasi dan plagiat sangat tipis di mata publik. Padahal, bisa jadi musisi hanya menerapkan teknik interpolasi yang sah secara hukum dan diakui dalam industri musik global.

Kurator musik Dimas Ario menegaskan bahwa interpolasi bukanlah tindakan menyalin. 

“Interpolasi berbeda dengan sampling. Kalau sampling menggunakan rekaman asli (penggunaan master di label), interpolasi itu membuat ulang karyanya dengan versi baru yang diinginkan setelah mendapat lisensi dari pencipta. Ini bukan sekadar potong-tempel, tapi bentuk kreativitas yang legal,” ujarnya.

Baca juga: Begini Reaksi Ahmad Dhani Saat Lagu Dewa 19 Dituding Plagiat Lagu Luar

Dimas menambahkan bahwa interpolasi juga menjadi strategi kreatif untuk memperkenalkan kembali karya lama kepada generasi baru. Dengan cara ini, sebuah lagu bisa hidup kembali tanpa kehilangan rasa hormat terhadap penciptanya. Teknik tersebut bukan hanya upaya estetika, melainkan juga bentuk penghargaan dan kolaborasi lintas generasi dalam musik.

Senada, Dzulfikri Putra Malawi, pendiri Wara Musika, menilai interpolasi turut berkaitan dengan pengelolaan bisnis musik. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Fenomena Interpolasi Lagu: Ketika Kreativitas Musik Tak Bisa Disamakan dengan Plagiat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!