Cover Album Baru Afgan "Retrospektif" (Press Release)
INDOZONE.ID - Setelah tujuh tahun tidak merilis album dengan berbahasa Indonesia, Afgan akhirnya kembali dengan karya terbaru bertajuk “Retrospektif”.
Album ini menandai fase baru dalam karier musiknya. Album ini menjadi sebuah perjalanan pulang untuk menemukan suara dan jati diri artistik yang paling jujur.
Berbeda dengan rilisan sebelumnya yang banyak mengeksplorasi warna pop modern dan balad dramatis. “Retrospektif” justru terasa lebih sederhana dan intim.
Baca juga: MAMA Awards 2025 di Hong Kong Tetap Digelar Meski Ada Tragedi Kebakaran
Album yang berisi sepuluh lagu ini diciptakan sebagai ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan hidupnya speerti proses tumbuh, jatuh, bangkit, dan belajar berdamai dengan banyak hal.
Menurut Afgan, album ini bukan hanya sekadar nostalgia. Afgan memaknai karya ini sebagai kesempatan untuk memahami masa lalu dengan sudut pandang yang lebih dewasa.
“Setelah berjalan jauh dan mencoba banyak hal, gue pengin balik ke akar yang membentuk gue. Tapi kali ini dengan hati yang lebih siap dan lebih jujur,” ungkapnya.
Baca juga: Film 'Esok Tanpa Ibu' Rilis Spesial Teaser: Duka Kehilangan Beradu dengan Teknologi AI
Album “Retrospektif” yang berisi sepuluh lagu ini menampilkan identitas pop dan R&B khas Afgan. Album ini dikemas dengan produksi yang lebih natural, earthy, dan akustik.
Album ini di produksi oleh Petra Sihombing, Muhammad Kamga, Iqbal Siregar, Bilal Indrajaya, dan Rendy Pandugo. Mayoritas produksi album digarap oleh Petra Sihombing, sementara dua lagu diproduseri oleh Gerald Situmorang dan Rendy Pandugo.
Petra Sihombing menyebut proses kreatif album ini sangat personal. Petra menggambarkan bagaimana arah artistik Afgan terbentuk seiring perjalanan rekaman. Menurut Petra proses pencarian itu yan menjadi roh utama dalam album ini.
Baca juga: 4 Kisah Nyata Gila yang Diangkat Jadi Film
Setiap trek dalam “Retrospektif” membawa kisah dan emosi berbeda. Mulai dari “Kacamata”, yang menjadi pintu masuk menuju keseluruhan album, hingga lagu-lagu bernuansa kontemplatif seperti “Misteri Dunia”, “Sebentar”, dan “Silakan” yang berbicara tentang kehilangan, pengikhlasan, serta keberanian memilih damai.
“The One That Got Away,” yang membawa nuansa melankolis tentang seseorang yang baru dipahami maknanya setelah ia pergi. Sementara “Sampai Jumpa” menggambarkan perpisahan yang dilihat sebagai jeda penuh harapan—waktu untuk tumbuh sebelum bertemu kembali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Relese