Cuplikan Spotify Wrapped 2025 (Instagram/@spotify)
INDOZONE.ID - Spotify Wrapped 2025 akan segera dirilis dan kembali menjadi perbincangan hangat.
Pengguna Spotify pasti tidak asing dengan Spotify Wrapped ini. Fitur ini menjadi momen yang ditunggu para pengguna Spotify untuk melihat rangkuman kebiasaan mereka dalam mendengarkan musik selama satu tahun penuh.
Baca juga: Kizumonogatari: Kisah Awal Pertemuan dengan Vampir dalam Dunia Monogatari
Walaupun Spotify belum mengumumkan tanggal resminya. Spotify Wrapped biasanya hadir pada akhir November hingga awal Desember, hal ini berdasarkan pola tahun sebelumnya. Spotify Wrapped 2025 diperkirakan akan rilis minggu ini.
Selain itu, Spotify juga telah memberikan teaser mengenai Spotify Wrapped di akun Instagramnya. Hal ini membuat antusiasme pengguna meningkat dan tidak sabar ingin melihat siapa artis teratas mereka tahun ini.
Baca juga: 5 Drakor Survival Anak Sekolah Terbaik, Bikin Penasaran sampai Akhir!
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Wrapped akan menampilkan Artis paling sering diputar, Lagu favorit, Genre teratas, Total menit mendengarkan musik, Statistik podcast dan Fitur interaktif seperti kuis dan badge personal
Berdasaekan laporan Forbes, Spotify mulai menghitung data sejak awal Januari, dan berhenti sekitar pertengahan November. Artinya lagu yang diputar akhir November sampai Desember tidak masuk perhitungan untuk Wrapped tahun ini.
Baca juga: Jelang Konser di Sukoharjo, Iwan Fals Tanam Pohon Jati Emas di Taman Ratu Maulidya
Setelah dirilisnya Spotify Wrapped 2025, pengguna dapat mengakses Spotify Wrapped melalui aplikasi Spotify ataupun website resmi Spotify Wrapped
Entah kamu ingin memamerkan artis favoritmu atau sekadar ikut tren di media sosial, Spotify Wrapped 2025 sudah menjadi tradisi pop culture tahunan yang ditunggu jutaan pengguna di seluruh dunia. Apakah kamu siap melihat selera musikmu membanggakan atau bikin malu? Nantikan Spotify Wrapped 2025!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Forbes.com