Mengupas Makna Tersembunyi di Balik Musik Video 'Opalite' Taylor Swift (Youtube/@TaylorSwift)
INDOZONE.ID - Taylor Swift baru-baru ini telah merilis musik video untuk single Opalite, sebuah lagu yang langsung menyita perhatian penggemar karena nuansa visualnya yang berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Setelah sebelumnya lebih dulu tersedia di Spotify dan Apple Music, kini musik video Opalite resmi tayang di YouTube pada 8 Februari, menandai babak baru dalam apa yang oleh banyak penggemar disebut sebagai “era bahagia” Taylor.
Sejak detik pertama, Opalite tidak hanya tampil sebagai lagu pop ringan dengan sentuhan retro, tetapi juga sebagai kisah visual yang menyimpan banyak simbol.
Di balik warna-warna lembut dan gaya sinematik ala film romantis tahun 80-an, video ini perlahan mengajak penonton menyelami tema kesepian, refleksi diri, dan keberanian untuk memutus pola lama dalam hubungan.
Musik video dibuka dengan adegan yang menyerupai iklan televisi jadul.
Seorang perempuan terlihat duduk murung di samping tempat sampah yang penuh, dengan ekspresi lelah dan kecewa.
Visual ini terasa hiperbolik, seolah menggambarkan hidup yang tidak tumbuh dan hubungan yang tidak lagi sehat. Di sinilah Opalite diperkenalkan sebagai produk ajaib yang diklaim mampu “mengubah masalah menjadi surga.”
Baca juga: Taylor Swift Resmi Masuk Songwriters Hall of Fame, Penulis Lagu Termuda Kedua Sepanjang Sejarah
Namun tentu saja, ini bukan sekadar cairan pembersih biasa.
Dalam konteks narasi, Opalite menjadi simbol proses membersihkan luka emosional dan sisa-sisa hubungan masa lalu yang masih membebani.
Tempat sampah di awal video bukan sekadar properti. Ia tampak seperti metafora untuk hubungan yang sudah usang, walaupun pernah berarti, tetaplah “sampah” jika terus dipertahankan.
Pesan ini semakin ditekankan di bagian akhir video dengan kalimat tegas, “Sampah tetaplah sampah.”
Taylor kemudian muncul mengenakan gelang persahabatan, aksesori yang identik dengan Eras Tour dan kedekatannya dengan para penggemar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Newsweek